Sekilas Info

Covid-19

3 Bulan, Rasio Kesembuhan Covid-19 di Maluku Utara Masih Kecil

Grafis: Layank/Hpost

Ternate, Hpost – Update data Covid-19 atau Corona Virus di Maluku Utara, Senin 1 Juni 2020, menyebutkan pasien sembuh bertambah 2 menjadi 29 orang, atau 18 persen dari total akumulasi 160 kasus positif yang sudah tertular Covid-19.

Sebagiamna diketahui, kasus pasien psoitif Covid-19 di Maluku Utara, pertama kali terdeteksi pada 23 Maret 2020, setelah melakukan perjalanan dari Bandung, Jawa Barat. Namun, pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan bersama anaknya pasien 02 yang juga terular Covid.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Maluku Utara, Senin 1 Juni 2020, merinci jumlah pasien sembuh terbanyak dari Ternate, 17 orang dari Total kasus positif 106 orang. Kemudian Tidore Kepulauan 8 orang sembuh dari 19 kasus positif, Halmahera Utara 2 orang sembuh dari 9 kasus positif, Halmahera Selatan 1 orang sembuh dari 7 kasus positif, Halmahera Barat 1 orang sembuh dari 4 kasus positif.

Data terbaru Gugus Tugas Covid-19, Maluku Utara, Juru Bicaranya, dr Alwia Assagaf, menyebutkan, kasus sembuh hari ini sebanyak 2 orang dari Ternate, yakni pasien 43, berinisial MT perempuan (35), dari Kotabaru Ternate dengan status awal PDP, lalu dinyatakan positif setelah melakukan kontak dengan pasien 04. Kemudian, Pasien 66. Il laki-laki (27) dari Mangga Dua Tte, dengan status sebelumnya OTG-positif.

Kepastian itu, kata Alwia, diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan follow up melalui TCM RSUD Chasan Bosoirie pada 31 Mei 2020 dengan hasil negatif ke dua.

Sebelumya kepada Halmaherapost.com Jubir Gugus Tugas Covid-19, Maluku Utara, dr Alwia Assagaf mengatakan, kesembuhan pasien yang sebagian merupakan orang tanpa gejala (OTG) disebabkan karena kedisiplinan pasien menjalani masa karantina dan isolasi.

"Kesembuhan masih didominasi faktor imunitas pasien, yang didukung dengan kesadaran-kepatuhan pasien terhadap protokol kesehatan dan asupan vitamin selama masa karantina," kata Alwia.

Hal itu merupakan, standar dari organisasi kesehatan dunia atau WHO. Menurut WHO, sebagaimana dikutip dari halodoc.com, karantina merupakan pembatasan kegiatan atau pemisahan orang yang tidak sakit, tetapi dapat terpapar agen atau penyakit menular.

WHO merekomendasikan karantina selama 14 hari. Periode laten virus n-CoV-2019 antara 2 hingga 10 hari dapat menjadi petunjuk saat gejala awal klinis terjadi di antara waktu karantina 14 hari.

Tujuan karantina jelas, untuk memantau gejala dan mendeteksi dini penyakit sedini mungkin. Karantina berbeda dengan isolasi. Isolasi sendiri merupakan pemisahan orang yang sakit atau terinfeksi, dengan orang lainnya. Tujuannya untuk mencegah penyebaran infeksi atau kontaminasi

Kasus Positif Baru Terus Bertambah

Penyebaran dan transmisi lokal Covid-19 di Maluku Utara, khususnya di Ternate dan Tidore tampaknya belum bisa ditekan. Pasalnya, data Senin 1 Juni 2020, yang diumumkan dr Alwia, menyebutkan ada penambahan kasusu baru sebanyak 7 orang. Sementara, yang meninggal karena tertular covid-19 terkonfimasi bertambah 3 orang, menjadi 14 orang.

"Setelah menerima hasil pemeriksaan melalui TCM di RUSD CB sebanyak 12 spesimen untuk diagnosa 10 dan 1 orang follow up. Dengan hasil terkonfirmasi positif 7 orang dengan sebaran semuanya di Kota Ternate. Maka jumlah kasus positif menjadi 160 orang," ungkapnya. Sembari mengatakan kasus baru ini disebut dengan pasien 154 sampai 160.

Alwia menjelaskan, identitas 7 pasien positif sesuai hasil TCM positif diantaranya, pasien 154 insial SM (69) laki-laki asal kelurahan Kampung Makassar dengan status awal PDP, masuk di RSUD CB  26 Mei dan meninggal 29 Mei. Pasien 155 inisial JL (50) perempuan asal Maliaro dengan status awal ODP, dirawat di RSD CB 29 Mei 2020.

Pasien 156 inisial SB (55) laki-laki asal kelurahan Jati Perumnas dengan status awal PDP, masuk RSUD CB 30 Mei dan meninggal pada 31 Mei 2020. Pasien 157 inisial AE (60) laki-laki umur tinggal di kelurahan Tanah Tinggi asal Jakarta dengan status awal PDP, dan dirawat di RSUD CB 24 Mei 20.

Pasien 158 inisial IA (58), perempuan asal Soasio dengan status awal PDP. Pasien 159 inisial Y (45) perempuan asal kelurahan Sangaji dengan status awal ODP. Pasien 160 inisial RH jenis kelamin laki-laki umur 77 tahun asal kelurahan Jambula dengan status awal PDP, sekarang dirawat di RSUD CB.

Sementara, untuk kasus meninggal pada hari ini bertambah 3 orang yaitu pasien 139 inisial S asal Tidore Kepulauan, meninggal 31 Mei 2020. Pasien 154 inisial SM asal Ternate, meninggal 29 Mei 2020. Pasien 156 inisial SB asal Ternate, meninggal 31 Mei 2020.

Sekedar di ketahui, pasien 139 yang meninggal dunia di RSUD Chasan Boesoirie sekitar pukul 22.30 WIT, merupakan almarhum Istri Wali Kota Tidore Kepulauan, Hj. Sulamah Ali Ibrahim.

Penulis: Dim
Editor: Red

Baca Juga