Sekilas Info

Pertambangan

Wagub Maluku Utara Minta PT IWIP Segera Lakukan Normalisasi Aliran Sungai

Wakil Gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali, (kedua dari kiri), saat mengunjungi kwasan PT IWIP, Senin 14 September 2020 || Foto: Istimewa

Weda, Hpost - Senin 14 September 2020, siang, Wakil Gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali, mengunjungi  kawasan industri PT. IWIP di Kabupaten Halmahera Tengah. Dalam kunjungan itu, Wagub meminta pihak perusahaan segera melakukan normalisasi aliran sungai.

"Kami ke sini atas keluhan masyarakat terkait meluapnya kali (sungai) sake yang berada di areal perusahaan yang berakibat banjir. Untuk itu saya berharap kepada pihak Perusahaan agar segera melakukan menormalisasi aliran sungai tersebut, sehingga ke depan tidak lagi terjadi peristiwa banjir yang bisa berdampak terhadap perusahan dan juga warga masyarakat," kata Yasin, dalam Kunjungan tersebut didampingi Anggota DPRD Halmahera Tengah Mutiara Al Yasin, serta Kepala Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Mulyadi Tutupoho Serta Perwakilan dari dinas ESDM Provinsi Maluku Utara. Mereka diterima langsung oleh Direktur Operasional PT IWIB Kevin He dan Manager External Relations Department Marlon Kandouw.

Sekadar diketahui, Sungai Sake yang berdampak terjadinya banjir pada tanggal 26 agustus 2020 di perusahaan tersebut dan beberapa desa di sekitar lingkar tambang.

Sementara, Anggota DPRD Halmahera Tengah mutiara menyampaikan bencana yang menimpa masyarakat lingkar tambang menjadi perhatian DPRD.

"Dengan adanya luapan air ini, sangat berdampak di kalangan masyarakat lingkar tambang dan juga berdampak kepada pelaku ekonomi di sekitar lingkar tambang," ujar anggota DPRD Halteng 4 periode tersebut.

Oleh karena itu, Mutiara bilang, pembukaan lahan hutan secara besar-besaran harus disertai dengan daya dukung lingkungan.

"Dengan ini saya berharap tambang mementingkan kesejahteraan dan dampak sosial masyarakat serta tidak mengabaikan dampak kerusakan lingkungan," ucapnya.

Sementara itu, Manager External Relations Department Marlon Kandouw, menjelaskan 26 Agustus kemarin sangat tinggi sehingga berdampak luapan air ake sake. Pihaknya juga mengklaim sudah menganalisis bagaimana luapan air itu sampai terjadi.

Bahkan dari Balai PU juga sudah datang mengecek kejadian seperti apa dan mereka juga memberikan saran-saran untuk di jalankan ke depan.

"Sekarang kita bukan hanya tambang tapi sekarang juga sudah dengan kawasan industri, jadi kawasan juga sangat besar, karyawan juga sangat banyak. Maka kita juga sangat hati-hati atas dampak sosial yang ada saat ini," katanya.

Disela-sela pertemuan tersebut, juga di paparkan mengenai analisis lingkungan oleh manajemen lingkungan hidup PT. IWIP

Setelah pertemuan tersebut, Wakil Gubernur bersama rombongan dan Pimpinan perusahaan PT. IWIP melakukan kunjungan lapangan di areal Sungai ake sake dan kawasan industri tambang PT. IWIP.

Penulis: Red

Baca Juga