Polda

Laporan Dugaan Penghinaan Frans Manery kepada Orang Loloda Didalami Polda

Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan

Ternate, Hpost - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) mendalami laporan terkait dugaan penghinaan Bupati Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Frans Manery

"Iya kemarin ada salah satu perwakilan masyarakat Loloda melaporkan bupati Halut ke Ditreskrimum Polda Malut," kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan kepada awak media ruang kerjanya, Rabu 16 September 2020.

Adip menuturkan, saat ini laporan bupati Halut sedang dikaji oleh penyidik Ditreskrimum. Dalam laporan bupati Halut tersebut atas pernyataan bahasa yang menyinggung etnis orang Loloda yang dianggap bodoh

Nonton videonya: https://www.facebook.com/groups/1843003779146037/permalink/3271581826288218/?sfnsn=wiwspwa&extid=W8n2xlXW3BJ2RM10.

Baca Juga: Diduga Ancam Warga Loloda, Bupati Frans Manery Dilaporkan ke Bawaslu

Baca juga: Dugaan Unsur Pidana Penghinaan, Paguyuban Kerajaan Loloda Kecam Pernyataan Bupati 

"Kasus tersebut kita akan dalami laporannya dalami hal apa," pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam rekaman yang beredar di facebook, Frans Manery dengan tegas membuat pernyataan intimidasi kepada warga ”Loloda itu saya kalah 5 tahun Ialu. Kita me pande, tara bodo sama dorang. Kita baru bikin dia p jalan. Dia p jambatan belum. Kita Kase tunggu. Ngoni Tunggu. Ngoni tara pilih jambatan tara jadi. Sekarang ngoni tara pilih itu so talalu sudah. Salam untuk kades-kades e. Apalagi kemarin saya so badaftar. Saya kase tahu saya so badaftar kades. Loloda itu jang lupa, itu saja,” katanya dalam penyerahan Bansos Alsintan Pra dan Paska Panen di kecamatan Kao Barat.

Penulis: Cim
Editor: Red

Baca Juga