Vaksin Sinovac

Alasan Kadis Kesehatan Ternate dan 9 Forkompimda Batal Divaksin

Kegiatan pencanangan vaksin di Puskesmas Siko, Kota Ternate, Jumat 15 Januari 2021 || Foto: Yunita/Kadir

Ternate, Hpost - Sebanyak 10 dari 11 relawan yang terdiri dari TNI, Polri dan Tenaga kesehatan gagal mengikuti vaksinasi Covid-19 secara serentak untuk kota Ternate di Puskesmas Siko, Jumat 15 Januari 2021.

Amatan Halmaherapost.com, 10 orang relawan terdiri dari Wakil Wali kota, Kapolres, Dandim 1501/Ternate, Kejari, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala BPBD, Kepala Dinkes, Danlanal, Kepala Pengadilan Agama, dan satu tenaga kesehatan dinyatakan tidak lolos untuk vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy mengatakan, dari 11 relawan yang ikut vaksinasi hanya 1 orang relawan yang lolos vaksinasi, yakni ketua PPNI kota Ternate, Chandra Makassar.

Nama Kadinkes kota Ternate ini pun masuk daftar salah satu relawan yang tidak lolos pada screening, pasalnya Nurbaity memiliki Comorbit yakni diabetes dan tekanan darah tinggi.

"Saya Comorbit yaitu sakit, jadi sakit ini sakit DM sehingga tidak bisa juga, saya bisa vaksinasi kecuali saya minum obat hingga pulih baru bisa divaksin," pungkasnya.

"Yang 10 relawan tidak lolos karena pas di screening tekanan dari semuanya naik," ucap Nurbaity.

Nurbaity bilang, untuk penyuntikan vaksinasi didahului pemeriksaan kesehatan untuk cek darah dan penyakit lainnya dengan alat screening yang sudah disiapkan Dinkes.

“Jika ada riwayat penyakit atau tekanan darah naik atau turun itu belum bisa dilakukan vaksinasi, harus menunggu hingga pulih baru divaksin," ucapnya.

Baca juga:

Sejumlah Wartawan di Maluku Utara Tolak Jika Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Alasannya

Ketua MUI Ternate: Tidak Perlu Takut Vaksin, Masyarakat Punya Hak

Ketua Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Ternate, Chandra Makassar merupakan relawan pertama yang divaksinasi Covid-19, Jumat 15 Januari 2021 || Foto: Yunita Kadir/Hpost

Ketua Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Ternate, Chandra Makassar menuturkan pasca penyuntikan vaksin tidak ada efek apapun yang dirasakannya, bahkan setelah istirahat selama 30 menit, dirinya mengaku tidak ada gejala ataupun efek samping yang dia rasakan.

"Setelah vaksin saya istirahat selama 30 menit dan hingga saat ini Alhamdulilah tidak merasakan apa-apa atau efek dari vaksin sinovac seperti yang diberitakan," ungkapnya.

Chandra bilang untuk vaksinasi tahap ke II akan dilakukan 14 hari dari pemberian vaksin pertama.

"Vaksinasi ke 2 dilakukan tanggal 29 Januari 2021 mendatang, atau 14 hari dari sekarang," pungkasnya.

Penulis: Yunita Kadir
Editor: Firjal

Baca Juga