Pembangunan Infrastruktur

Dishub dan PUPR Ternate Bakal Dipanggil soal Dermaga Hiri

Plt Bapelitbangda, Rizal Marsaoly (masker hitam) bersama Wali Kota Ternate Tauhid Soleman (kiri). || Foto: Istimewa

Ternate, Hpost - Plt Kepala Bapelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Senin 24 Mei 2021, pekan depan bakal memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepala Dinas PUPR kota Ternate, guna meminta percepatan tahapan penyelesaian dermaga Hiri.

Menurutnya, perencanaan ini sudah berjalan cukup lama, sejak di era Wali kota sebelumnya yakni Burhan Abdurrahman  sudah dibahas dan menjadi perdebatan dua instansi. Bahkan instansi terkait juga sempat mengundang perwakilan masyarakat Pulau Hiri, tapi hingga saat ini belum ada langkah sebagai tindaklanjutnya.

"Yang jelas hal pertama yang harus disiapkan dokumen lingkungannya, kemudian dokumen perencanaannya," pungkasnya.

Rizal bilang, ia akan minta dokumen perencanaan seperti ada beberapa gambar yang pernah diajukan.

"Saya melihat mereka ini tidak siap untuk hal ini, makanya nanti pekan depan saya rencana mau panggil mereka," ujarnya.

Ketika ditanyakan soal tindaklanjut kesepakatan penyatuan anggaran dari Dishub ke PUPR yang telah dibuat bersama warga Hiri, Rizal kembali bertanya perihal jumlah pagu anggaran masing-masing dinas kepada halmaherapost.com.

Baca juga:

Astaga,,, Pemkot Ternate Pingpong Warga Hiri soal Bangun Breakwater 

Penanggungjawab Pembangunan Breakwater Pelabuhan Hiri, Ternate Menunggu Persetujuan TAPD 

Mendengar keterangan halmaherapost.com, berdasarkan berita yang telah dirilis sebelumnya yang menyebutkan pagu anggaran breakwater sebesar Rp 820 juta di Dishub dan Rp 679 di PUPR, Rizal memastikan tidak akan memangkas anggaran untuk pembuatan dermaga Hiri.

"Yang jelas saya tara akan potong, malah tambah mungkin," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kota Ternate, Risval Tribudiyanto, menegaskan, kegiatan pembangunan breakwater hanya menunggu finalisasi penyatuan anggaran dari Dinas Perhubungan.

“Kalau dipaksa tender pakai anggaran yang ada, dipastikan hasilnya nanti tidak maksimal. Jadi, mereka minta anggaran digabungkan, tapi sampai sekarang saya belum dapat kepastian. Kalau sudah jadi satu kami langsung kami serahkan dokumen teknisnya ke Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda kota Ternate ,” ungkapnya.

Penulis: Yunita Kadir
Editor: Nurkholis Lamaau

Baca Juga