DPMD Morotai Matangkan Pilkades PAW
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Morotai mulai mematangkan pelaksanaan pemilihan kepala desa antar waktu (PAW) di empat desa yang mengalami kekosongan jabatan kepala desa definitif.
Empat desa tersebut yakni Desa Sambiki Baru, Desa Sabala, Desa Seseli Jaya, dan Desa Tanjung Sale. Kekosongan jabatan dipicu berbagai persoalan, mulai dari sengketa pemerintahan desa, kepala desa meninggal dunia, hingga pengunduran diri karena lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Pulau Morotai, Muzakir Sibua, mengatakan tahapan Pilkades PAW saat ini mulai berjalan. Bahkan, tiga desa telah membentuk panitia pelaksana.
“Panitia sudah terbentuk di Desa Sambiki Baru, Desa Sabala, dan Desa Seseli Jaya. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait pelaksanaan Pilkades antar waktu,” kata Muzakir kepada wartawan, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurutnya, DPMD juga mulai melakukan sosialisasi di desa-desa yang akan menggelar pemilihan. Untuk Desa Sambiki Baru, sosialisasi telah dilaksanakan, sementara Desa Sabala dijadwalkan menyusul.
Muzakir menjelaskan, Pilkades PAW dilaksanakan melalui mekanisme musyawarah desa, bukan pemilihan langsung oleh seluruh masyarakat seperti Pilkades reguler.
“Karena ini Pilkades antar waktu, maka pemilihannya dilakukan lewat musyawarah desa dengan melibatkan unsur perwakilan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut, unsur yang dilibatkan dalam musyawarah tersebut terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok tani, kelompok nelayan, hingga perwakilan RT di masing-masing desa.
“Setiap RT akan mengirimkan maksimal lima orang perwakilan untuk ikut dalam musyawarah desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, mekanisme tersebut disesuaikan dengan kondisi wilayah desa yang tidak menggunakan sistem dusun.
Sementara itu, alasan pelaksanaan Pilkades PAW di masing-masing desa juga berbeda-beda. Desa Seseli Jaya dan Desa Sabala sebelumnya mengalami sengketa pemerintahan desa, sedangkan kepala desa di Sambiki Baru meninggal dunia.
Adapun Kepala Desa Tanjung Sale mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus sebagai PPPK.
“Seluruh tahapan teknis pemilihan akan dilaksanakan oleh panitia yang telah dibentuk di masing-masing desa,” katanya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses Pilkades PAW tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Kita targetkan bulan depan semua tahapan sudah tuntas. Sekarang kami fokus mempercepat sosialisasi dan bimbingan teknis,” pungkas Muzakir.








Komentar