RSUD CB Ternate Sukses Gelar Transplantasi Kornea Perdana di Indonesia Timur
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie (CB) Ternate mencatat sejarah baru dalam dunia kesehatan di kawasan timur Indonesia dengan sukses menggelar operasi transplantasi kornea perdana.
Program bakti sosial yang dipusatkan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu resmi dibuka Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, Selasa, 4 Agustus 2026.
Kegiatan bertema "Melihat adalah Anugerah" tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), RSUP dr. Sardjito Kementerian Kesehatan, PT Erela, Duke GO, Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).
Pelaksanaan transplantasi kornea ini menjadi yang pertama di Indonesia Timur dan menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan mata di Maluku Utara. Selama ini, tindakan medis tersebut umumnya hanya tersedia di sejumlah rumah sakit rujukan di Pulau Jawa.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM, Dr. dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Si., Sp.M(K)., Ph.D., bersama tim dokter spesialis dan guru besar UGM. Hadir pula Direktur PT Erela Lily Radite Handojo, anggota DPD RI, Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Malut, Ketua KAGAMA Maluku Utara, serta Direktur RSUD Chasan Boesoirie dr. Rosita Alkatiri beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan layanan kesehatan berteknologi tinggi bagi masyarakat Maluku Utara.
Ia menilai kehadiran tim dokter spesialis dari UGM menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pelayanan kesehatan berkualitas di daerah.
"Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Maluku Utara, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UGM, PT Erela, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan program ini. Ini merupakan langkah besar bagi pelayanan kesehatan di Maluku Utara," ujar Sarbin.
Sarbin juga menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara untuk memberikan pendampingan maksimal agar seluruh rangkaian pelayanan medis berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi para pasien.
Dalam bakti sosial tersebut, sebanyak 18 pasien dijadwalkan menjalani operasi transplantasi kornea, sedangkan 100 pasien lainnya memperoleh layanan operasi katarak secara gratis.
Menurut Sarbin, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan layanan transplantasi kornea secara berkelanjutan di Maluku Utara. Ia juga meminta manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Chasan Boesoirie terus meningkatkan mutu pelayanan agar rumah sakit tersebut semakin dipercaya sebagai pusat rujukan kesehatan di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, Direktur PT Erela, Lily Radite Handojo, mengatakan keterlibatan perusahaannya merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi layanan kesehatan.
"Kami percaya melihat adalah anugerah yang sering kali baru terasa maknanya saat fungsi itu hilang. Ketika seseorang kehilangan penglihatan, kualitas hidupnya menurun drastis. Melalui operasi katarak dan transplantasi kornea ini, kita bersama-sama mengembalikan kualitas hidup mereka," kata Lily.
Ia menegaskan program tersebut bukan sekadar kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan wujud kepedulian bersama yang didukung kemajuan teknologi medis dan keahlian para dokter.
Lily berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan kesehatan mata berkualitas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menekan angka kebutaan akibat kerusakan kornea di Indonesia, khususnya di Maluku Utara.








Komentar