Jaga Kualitas Lingkungan, RSUD Chasan Boesoirie Dorong Angkut Sampah Harian
RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Maluku Utara mendorong penyesuaian jadwal pengangkutan sampah domestik menjadi setiap hari sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut ditandai dengan penyampaian surat permohonan konsultasi kepada Pemerintah Kota Ternate untuk membahas kemungkinan perubahan pola pengangkutan sampah yang selama ini dilakukan dua hari sekali.
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, mengatakan kebersihan lingkungan rumah sakit merupakan faktor penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit turut berdampak pada bertambahnya volume sampah domestik yang dihasilkan setiap hari. Karena itu, diperlukan sistem pengangkutan yang lebih rutin agar tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan rumah sakit.
“Sesuai ketentuan yang berlaku saat ini, pengangkutan sampah dilakukan dua hari sekali. Namun demi menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya penumpukan, kami mengusulkan agar pengangkutan dapat dilakukan setiap hari, bahkan idealnya dua kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore hari,” ujar Rosita.
Ia menjelaskan, pengangkutan sampah yang dilakukan setiap hari akan membantu rumah sakit dalam mengelola limbah domestik secara lebih efektif sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan.
“Apabila pengangkutan dilakukan setiap hari, maka seluruh sampah domestik di lingkungan rumah sakit dapat terkelola dengan lebih baik dan terhindar dari potensi pencemaran lingkungan,” katanya.
Rosita menegaskan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat bukan sekadar unsur pendukung pelayanan kesehatan, melainkan bagian dari standar mutu pelayanan rumah sakit modern. Kondisi lingkungan yang tertata dan higienis dinilai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pasien, keluarga pasien, pengunjung, tenaga kesehatan, maupun seluruh pegawai rumah sakit.
Karena itu, pihaknya berharap konsultasi bersama Pemerintah Kota Ternate dapat menghasilkan solusi terbaik yang mampu mengakomodasi kebutuhan rumah sakit sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
“Kami bermaksud berkonsultasi dengan Bapak Sekda untuk membahas kemungkinan penyesuaian skema pengangkutan sampah ini. Harapan kami, terbangun kesepahaman dan kolaborasi yang baik sehingga kebersihan lingkungan rumah sakit dapat terus terjaga dan memberikan kenyamanan bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung, serta seluruh pegawai yang bertugas,” ujarnya.
Diketahui, pengangkutan sampah domestik dari kawasan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie saat ini dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate dengan jadwal dua hari sekali.
Namun, seiring meningkatnya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas pelayanan rumah sakit, manajemen menilai perlu adanya penyesuaian pola pengangkutan agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, dan mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang bersih serta sehat.