Kunker di Maluku Utara, Raffi Ahmad Dorong Program Indonesia Pintar Tepat Sasaran
Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, mendorong penguatan pengawasan Program Indonesia Pintar (PIP) agar berjalan tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia.
Hal itu disampaikan Raffi Ahmad saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Tengah, Kamis, 18 Juni 2026, dalam agenda pengukuhan DPD dan DPC ABPEDNAS se-Provinsi Maluku Utara.
Raffi mengatakan, penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, pelaksanaan Program Indonesia Pintar perlu terus dikawal agar bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh anak-anak Indonesia, termasuk hingga wilayah daerah.
"Program Indonesia Pintar harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia," ujar Raffi.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara Kejaksaan RI, jajaran intelijen kejaksaan, serta DPP ABPEDNAS dalam melakukan pengawasan menjadi langkah strategis untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan.
Raffi menyampaikan, pada tahun sebelumnya PIP telah disalurkan kepada lebih dari 19 juta siswa di seluruh Indonesia. Sementara pada tahun ini, jumlah penerima manfaat akan terus ditingkatkan.
Selain melalui program bantuan pendidikan, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pembangunan dan perbaikan sarana prasarana sekolah.
Hingga Januari 2026, sebanyak 166 dari target 500 Sekolah Rakyat telah diresmikan di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Program tersebut telah memberikan akses pendidikan kepada 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Sementara itu, program revitalisasi sekolah juga terus dipercepat. Sebanyak 17.000 sekolah telah direvitalisasi pada 2025, dengan target 87.000 sekolah selesai direvitalisasi pada 2026 serta target jangka panjang mencapai 288.000 sekolah pada 2028.
Raffi menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Dengan pengawasan dan kolaborasi berbagai pihak, pemerintah berharap seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan meraih masa depan yang lebih baik.








Komentar