Pendidikan
Temui Mendiktisaintek, Gubernur Sherly Siapkan SDM Unggul untuk Industri Masa Depan
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan komitmennya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi pembangunan daerah di tengah pesatnya perkembangan industri dan teknologi.
Komitmen tersebut disampaikan Sherly usai bertemu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, untuk membahas arah pengembangan pendidikan tinggi di Maluku Utara agar mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Menurut Sherly, kekayaan sumber daya alam seperti nikel tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung SDM yang kompeten dan mampu memimpin transformasi industri.
"Banyak yang mengatakan masa depan Maluku Utara ada di bawah tanah. Saya justru percaya masa depan Maluku Utara ada di dalam ruang kelas. Karena nikel, energi, dan teknologi tidak akan mengubah apa pun jika kita tidak memiliki SDM yang siap memimpinnya," ujar Sherly.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan politeknik hingga pembukaan program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri, seperti metalurgi, ketenagalistrikan, energi terbarukan, kecerdasan buatan (AI), serta bidang-bidang lain yang mendukung transformasi dari industri ekstraktif menuju industri restoratif.
Selain berdiskusi dengan Mendiktisaintek, Sherly bersama rombongan juga mengunjungi BTS Company untuk melihat penerapan teknologi AI dan smart panel dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi sarana yang membuat proses belajar lebih personal, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sherly menilai sistem pendidikan harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Pasalnya, peserta didik yang saat ini berada di bangku sekolah akan menghadapi dunia kerja yang jauh berbeda dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
"Kalau cara belajarnya masih sama seperti 20 tahun lalu, berarti kita sedang menyiapkan mereka untuk masa lalu, bukan masa depan," katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berinovasi, membangun usaha, serta bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Investasi terbaik bukan hanya membangun industri, tetapi membangun manusia yang mampu memimpin industrinya," tandas Sherly.








Komentar