Ritual Ake Ma Sou 2026, Warga Sangaji Perkuat Komitmen Jaga Sumber Air Ternate

Suasana Ritual Ake Ma Sou di Ternate. Foto: Humas Pemkot Ternate

Warga Lingkungan Ake Gaale, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate bersama Perumda Ake Gaale menggelar ritual adat Ake Ma Sou 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam melestarikan sumber mata air yang menjadi salah satu penopang kebutuhan air bersih di Kota Ternate.

Ritual Ake Ma Sou merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah sumber air, ritual ini juga mengandung pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu rangkaian utama dalam ritual tersebut adalah prosesi Si Ruru Juanga. Prosesi ini dimaknai sebagai simbol membuang atau menangkal segala bentuk mara bahaya yang mengancam kehidupan masyarakat, sekaligus ungkapan syukur kepada Allah SWT atas keberadaan sumber daya alam berupa air yang selama ini dimanfaatkan warga.

Pelaksanaan Ritual Ake Ma Sou 2026 turut dihadiri Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, Direktur Perumda Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah, serta tokoh adat dan masyarakat Kelurahan Sangaji.

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, mengatakan Ritual Ake Ma Sou memiliki nilai penting karena tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber air.

Menurutnya, kearifan lokal yang diwariskan para leluhur harus terus dipelihara agar nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan tetap hidup di tengah masyarakat.

"Ritual ini sudah lama dilakukan masyarakat. Kearifan lokal yang diwariskan harus terus dijaga karena menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bersama dalam melestarikan sumber air," ujar Tauhid.

Ia menjelaskan, mata air Ake Gaale memiliki peran strategis bagi masyarakat Kota Ternate karena menyuplai sekitar 60 persen kebutuhan air bersih warga.

Karena itu, Tauhid mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Ake Gaale dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan, seperti membuang sampah maupun limbah secara sembarangan.

"Kami juga berharap Perumda Ake Gaale terus bekerja sama dengan masyarakat untuk menghidupkan tradisi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sumber air," katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Save Ake Gaale, Alwan M. Arif, mengatakan masyarakat setempat terus berkomitmen melakukan upaya konservasi kawasan Ake Gaale karena memiliki peran penting sebagai sumber utama air bersih Kota Ternate.

Ia menyebut, kawasan Ake Gaale masih menghadapi sejumlah ancaman, di antaranya intrusi air laut serta potensi pencemaran yang dapat memengaruhi kualitas sumber air.

"Agenda besar kami adalah mewujudkan kawasan Ake Gaale sebagai ruang terbuka hijau sehingga upaya perlindungan dan perbaikan kawasan sumber air dapat dilakukan secara lebih terarah," ujarnya.

Alwan berharap Ritual Ake Ma Sou dapat menjadi agenda tahunan yang terintegrasi dalam program pelestarian budaya Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Kebudayaan.

Menurutnya, ritual tersebut tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga sumber air merupakan tanggung jawab semua pihak.

Dengan terus dirawatnya tradisi Ake Ma Sou, masyarakat berharap keberadaan mata air Ake Gaale tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga