Agenda

Karnaval Budaya Rakernas JKPI, Rizal: UMKM Lapangan Ngaralamo Tetap Berjualan

Ketua Panitia Rakernas JKPI, Rizal Marsaoly saat bersama para pelaku UMKM. Foto: Halmaherapost.com

Pelaksanaan Karnaval Budaya dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate tetap memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berjualan di Lapangan Ngaralamo.

Ketua Panitia Rakernas JKPI XII, Rizal Marsaoly, memastikan aktivitas UMKM, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha Kopi Street, tetap berjalan selama pelaksanaan karnaval, Sabtu, 29 Agustus 2026 malam nanti.

"UMKM tetap berjualan. Karena inti dari kegiatan Rakernas JKPI salah satunya memberikan manfaat bagi pelaku UMKM untuk ekonominya," kata Rizal.

Rizal mengatakan, pengaturan dilakukan dengan membagi area Lapangan Ngaralamo agar aktivitas UMKM tetap berlangsung tanpa mengganggu rangkaian Karnaval Budaya.

Para pelaku UMKM akan ditempatkan di sisi timur lapangan. Sekitar 50 persen area lapangan disiapkan untuk UMKM, sementara 50 persen lainnya digunakan sebagai area bagi peserta karnaval.

"Akan tetapi mereka nanti hanya bisa di sisi timur lapangan. Saya minta mereka 40 persen dari lapangan, dan kami pakai 60 persen untuk tempat para peserta," ujarnya.

Karnaval Budaya Rakernas JKPI XII mengambil titik start dari Taman Fitnes di belakang Benteng Oranje dan berakhir di Lapangan Ngaralamo.

Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta, termasuk para pelajar SD dan SMP di Kota Ternate. Karnaval ini menjadi salah satu agenda yang menampilkan keberagaman budaya sekaligus memeriahkan pelaksanaan Rakernas JKPI XII di Ternate.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur karnaval juga ditutup sementara. Penutupan dilakukan selama peserta melintasi rute yang telah ditentukan.

Rizal menegaskan, pengaturan tersebut dilakukan agar kegiatan karnaval tetap berjalan lancar, sementara pelaku UMKM, khususnya usaha Kopi Street di kawasan Lapangan Ngaralamo, tetap dapat menjalankan aktivitas ekonominya.

"Jadi UMKM tetap jalan, karnaval juga jalan," tandasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga