Peristiwa

Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Sekolah di Morotai Diliburkan Sementara

Istimewa

Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar mengajar di sekolah.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai memutuskan meliburkan sementara pembelajaran tatap muka pada jenjang TK/PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai Nomor 000.1.5/112/SETDA-PM/2026 tertanggal 2 Oktober 2026 tentang Edaran Libur Sekolah Akibat Kondisi Kabut/Asap.

Kabut asap yang muncul sejak pagi hingga siang hari membuat kondisi udara terganggu. Situasi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan peserta didik jika aktivitas belajar tetap berlangsung di sekolah.

Kepala SMP Negeri 1 Pulau Morotai, Jacklyn Anindya Syah, mengatakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka merupakan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

Menurutnya, keputusan libur sekolah bukan berarti aktivitas belajar peserta didik ikut dihentikan.

“Libur sekolah bukan berarti libur belajar. Di tengah kondisi kabut/asap seperti ini, anak-anak tetap dapat memanfaatkan waktu di rumah dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat, tentunya dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan,” kata Jacklyn.

Meski siswa belajar dari rumah, aktivitas internal SMP Negeri 1 Pulau Morotai tetap berjalan. Jacklyn bersama jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan apel pagi pada Senin, 5 Oktober 2026.

Ia mengatakan apel tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kedisiplinan dan koordinasi jajaran sekolah selama masa penghentian sementara pembelajaran tatap muka.

“Apel pagi menjadi momentum untuk memastikan seluruh jajaran sekolah tetap disiplin, terkoordinasi, serta memiliki agenda kegiatan yang jelas selama masa libur sekolah,” ujarnya.

Jacklyn juga mengimbau siswa mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi. Waktu di rumah dapat dimanfaatkan untuk membaca buku, mengulang pelajaran, menyelesaikan tugas, membantu orang tua maupun mengembangkan keterampilan.

“Masa libur ini justru dapat menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan belajar secara mandiri,” katanya.

Pihak sekolah juga tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa selama berada di rumah. Guru dan wali kelas akan berkoordinasi untuk memastikan peserta didik tetap dalam kondisi baik selama masa libur.

Jacklyn menegaskan kesehatan harus menjadi prioritas siswa di tengah kondisi udara yang belum membaik. Ia meminta siswa menghindari aktivitas luar rumah yang tidak diperlukan dan menggunakan masker sesuai kebutuhan.

“Yang paling penting, jaga kesehatan. Hindari aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan, gunakan masker sesuai kebutuhan, dan tetap ikuti arahan orang tua serta sekolah,” ujarnya.

Ia berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga proses pembelajaran tatap muka dapat kembali berlangsung secara normal.

“Kita berharap kondisi ini segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman di sekolah,” tandasnya.

Penulis: Maulud
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga