Peduli

PakaTiva Bagikan Masker Gratis di Ternate, Zafira: Udara Bersih Hak Kita

Pembagian masker dari PakaTiva kepada warga. Foto: Dok PakaTiva

Perkumpulan Pakativa Maluku Utara membagikan masker kain bukan sekali pakai secara gratis kepada masyarakat di kawasan lampu merah Bastiong, Kota Ternate, Rabu, 14 Oktober 2026.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam kesehatan masyarakat.

Direktur Perkumpulan Pakativa Maluku Utara, Zafira Daeng Barang, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan langkah untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap bahaya pencemaran udara.

“Asap karhutla bukan sekadar mengganggu jarak pandang, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Karena itu, kami menginisiasi pembagian masker gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak,” ujar Zafira.

Menurut dia, asap karhutla mengandung partikel halus, terutama PM2.5, serta gas dan senyawa berbahaya yang dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian terdalam paru-paru. Sebagian polutan juga dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Zafira menyebutkan, kondisi kualitas udara di Kota Ternate menjadi salah satu alasan Pakativa menginisiasi kegiatan tersebut. Berdasarkan informasi yang dirujuk dari AccuWeather sebelumnya, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Ternate tercatat berada pada angka 153, yang masuk kategori tidak sehat.

“Pembagian masker ini bukan sekadar aksi berbagi, tetapi juga seruan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan. Kami ingin mengingatkan bahwa udara bersih adalah hak kita bersama,” katanya.

Ia menegaskan, penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan sementara. Penanganan karhutla harus disertai upaya pencegahan kebakaran, perlindungan ekosistem, serta langkah nyata untuk mengendalikan pencemaran udara.

“Kita tidak bisa hanya berfokus pada dampak asap ketika kebakaran terjadi. Pencegahan dan perlindungan lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi ancaman kesehatan akibat karhutla,” lanjutnya.

Melalui aksi Pakativa Peduli Karhutla, Zafira berharap kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan semakin meningkat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung upaya penanganan karhutla.

“Hutan terbakar, udara tercemar, kesehatan terancam. Jangan biarkan krisis ekologis menjadi krisis kesehatan bagi kita semua,” tutup Zafira.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga