Temui Kepala BNPB, Gubernur Sherly: Penanganan Bencana Harus Berlanjut ke Pemulihan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos saat bersama Kepala BNPB, Suharyanto. Foto: Ist

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada tahap pendataan, melainkan harus berlanjut ke proses pemulihan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak.

Penegasan itu disampaikan Sherly saat bertemu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, pada Selasa, 7 April 2026. Pertemuan tersebut membahas penanganan bencana yang terjadi di wilayah Maluku Utara pada 2 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Sherly menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama BNPB terus bergerak cepat melakukan identifikasi kondisi di lapangan sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan, termasuk langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Penanganan tidak berhenti pada pendataan. Tahap selanjutnya adalah percepatan perbaikan dan pemulihan dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak bencana mencapai sekitar 2.000 jiwa, dengan 1.107 jiwa di antaranya mengungsi.

Selain itu, sekitar 300 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, 11 rumah ibadah terdampak, satu sarana pendidikan rusak, serta tiga fasilitas umum turut mengalami kerusakan.

Meski demikian, infrastruktur jalan dan jembatan dilaporkan dalam kondisi aman, sehingga mendukung kelancaran distribusi bantuan dan mobilisasi tim di lapangan.

Sherly juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan dan respons cepat pemerintah pusat dalam penanganan bencana di daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, menjadi kunci utama agar proses pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.

“Di tengah ujian ini, kekuatan terbesar kita adalah kebersamaan. Dari situlah pemulihan dimulai,” pungkasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga