Dikbud Maluku Utara Perkuat Ketahanan Pangan, SMKN 4 Tidore Panen Jagung 2 Ton
SMKN 4 Tidore Kepulauan berhasil memanen sekitar dua ton jagung dari lahan sekolah, sebagai bagian dari program “SMK Menanam” yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Panen tersebut dilakukan di lahan seluas kurang lebih dua hektare yang berada di Desa Tayawi, Kecamatan Oba. Jagung manis super itu ditanam oleh siswa bersama guru sejak 7 Februari 2026 dan memasuki masa panen setelah tiga hingga empat bulan masa tanam.
Panen raya turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, pada Minggu, 26 April 2026. Hadir pula Asisten I Sekretariat Daerah Kadri La Etje, Kepala Bidang SMK Makmur, pihak sekolah, guru, dan siswa.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe mengatakan, keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa SMK tidak hanya berperan dalam pendidikan vokasi, tetapi juga dapat berkontribusi langsung terhadap kebutuhan riil masyarakat, khususnya di sektor pangan.
“SMK tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, tingginya ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah harus mulai dikurangi dengan memperkuat produksi lokal, termasuk melalui pemanfaatan lahan-lahan pendidikan.
“Hampir sebagian besar kebutuhan konsumsi masih didatangkan dari luar. Ini yang harus kita kurangi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa program “SMK Menanam” dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik langsung di lapangan.
“Sekitar tiga bulan lalu kami tanam bersama, dan hari ini kita panen dengan estimasi hasil sekitar dua ton,” jelasnya.
Menurut Abubakar, hasil panen tersebut tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena sebagian produksi sudah memiliki pasar sebelum masa panen.
“Ini bukan sekadar praktik di sekolah, tetapi sudah masuk pada aspek produksi dan pemasaran. Siswa belajar dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 21 SMK pertanian di Maluku Utara telah mengikuti program serupa dengan berbagai komoditas hortikultura dan kini mulai memasuki masa panen.
Data Pemprov Maluku Utara mencatat terdapat 151 SMK di wilayah tersebut, terdiri dari 63 sekolah negeri dan 88 swasta. Dari jumlah itu, 21 SMK dengan konsentrasi agronomi tanaman pangan dan hortikultura menjadi bagian dari program “SMK Menanam”.
Ke depan, Dikbud akan terus mendorong transformasi pembelajaran di SMK agar tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, tetapi juga memperkuat praktik di lahan dan laboratorium.
“Kalau ini digerakkan secara masif dan berkelanjutan, kita bisa mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah,” kata Abubakar.
Program “SMK Menanam” juga akan diperluas ke berbagai wilayah dengan pola tanam bergilir untuk menjaga keberlanjutan produksi, serta dikaitkan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menilai, model ini dapat menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan keterampilan siswa di bidang pertanian, serta mendorong kemandirian pangan dari tingkat sekolah hingga daerah.








Komentar