Organisasi
Drama HIPMI Maluku Utara Berakhir, Abdul Kadir Uswanas Terpilih Aklamasi dalam Musdalub
Polemik panjang kepemimpinan BPD HIPMI Maluku Utara akhirnya menemukan titik akhir. Melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) 2026, Abdul Kadir Uswanas resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara periode 2026–2029.
Terpilihnya Abdul Kadir Uswanas menandai berakhirnya dinamika organisasi yang sebelumnya melahirkan dua ketua umum dari dua penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) yang berbeda, yakni Rio Pawane dan Firdaus Amir. Kondisi tersebut sempat memunculkan dualisme kepemimpinan di tubuh HIPMI Maluku Utara dan menjadi perhatian kader maupun pengurus di tingkat pusat.
Musdalub yang digelar di Halmahera Ballroom Bela International Hotel, Ternate, Selasa (2/6/2026), menjadi forum konsolidasi organisasi untuk menyatukan kembali seluruh elemen HIPMI Maluku Utara. Dalam Sidang Pleno IV, Abdul Kadir Uswanas ditetapkan sebagai ketua umum setelah calon lainnya, Ronald Reagen, menyatakan mundur dari pencalonan.
Keputusan aklamasi itu disambut seluruh peserta Musdalub sebagai jalan keluar untuk mengakhiri perbedaan yang selama ini terjadi dan mengembalikan fokus organisasi pada pembinaan serta pengembangan pengusaha muda di Maluku Utara.
Usai ditetapkan, Abdul Kadir Uswanas menegaskan bahwa tidak ada lagi kelompok maupun kubu pasca-Musdalub. Menurutnya, seluruh kader harus kembali bersatu untuk memperkuat organisasi.
“Hari ini tidak ada lagi kubu-kubu. Yang ada adalah satu HIPMI Maluku Utara. Saatnya kita menyatukan energi, gagasan, dan kekuatan untuk membangun organisasi yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat HIPMI Malut BERDEDIKASI, Dedi berkomitmen memperkuat kelembagaan organisasi, meningkatkan kapasitas anggota, memperluas jaringan usaha, serta mempererat kemitraan strategis dengan pemerintah dan dunia usaha.
Musdalub 2026 pun menjadi momentum penting bagi HIPMI Maluku Utara untuk menutup lembaran konflik organisasi dan membuka babak baru kepemimpinan yang lebih solid, inklusif, dan berorientasi pada penguatan peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi daerah.








Komentar