Rakorda BPBD Se-Maluku Utara Jadi Agenda Penguatan Mitigasi, Risval Apresiasi Sinergi Daera

Koordinator Rakorda Se-Maluku Utara, Risval Tri Budiyanto saat menyampaikan sambutan. Foto: Rayqal

Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi mitigasi dan penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota.

Forum yang mempertemukan BPBD kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan terkait ini diarahkan untuk menyelaraskan program kerja, memperkuat koordinasi lintas daerah, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Maluku Utara.

Koordinator Rakorda BPBD Provinsi Maluku Utara, Risval Tri Budiyanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk membangun kesamaan langkah dalam menghadapi tantangan kebencanaan.

Menurut Risval yang juga menjabat Sekretaris BPBD Provinsi Maluku Utara, penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.

"Rakorda ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, dan menyusun langkah strategis dalam penanggulangan bencana di Maluku Utara," ujar Risval saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan Rakorda BPBD Provinsi Maluku Utara di Hotel Marahai Park, Tobelo, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah kabupaten/kota, khususnya Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui BPBD Halmahera Utara, yang telah membantu kelancaran pelaksanaan Rakorda tahun ini.

Risval juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir serta para pemangku kepentingan yang terus berkomitmen memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di daerah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Rakorda tahun ini berlangsung dalam kondisi efisiensi anggaran pemerintah, sehingga terdapat sejumlah keterbatasan fasilitas pendukung. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat bersama untuk menyukseskan agenda koordinasi kebencanaan tingkat provinsi.

"Kami memohon maaf atas keterbatasan yang ada dan berterima kasih atas pengertian seluruh peserta sehingga kegiatan ini tetap dapat berjalan dengan baik," katanya.

Risval berharap hasil Rakorda BPBD Maluku Utara 2026 dapat menghasilkan rumusan strategis yang mampu memperkuat program penanggulangan bencana, meningkatkan kapasitas daerah, serta mempererat kerja sama antarwilayah.

"Kolaborasi yang kuat antar kabupaten/kota menjadi kunci dalam memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat dari berbagai ancaman bencana," pungkasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga