Penganiayaan

Rais dan Mansyur Dituduh Mencuri hingga ‘Dianiaya’ Oknum Polisi

Korban Penganiayaan Polisi Pakai Kaos Hitam (Rais) bersama temannya Mansur || Foto: Ino/Hpost

Weda, Hpost – Seorang anggota polisi berinisial M yang bertugas di Polsubsektor Weda Selatan, Halmahera Tengah diduga aniaya seorang warga bernama Rais D. Gassing (36). Oknum polisi itu tega aniaya Rais lantaran diduga mencuri uang ratusan juta.

Kepada Halmaherapost.com, korban  menceritakan bahwa pada malam itu, Minggu 9 Agustus,  ia bersama salah satu temannya dijemput oleh anggota polisi di rumah temannya yang bernama Mansur, di Desa Kluting Jaya Kecamatan Weda Selatan.

Kemudian oknum polisi itu menanyakan tentang aktivitas keduanya. Korban pun menjawab bahwa dia dan temannya baru saja pulang dari acara pesta di Desa Taba, Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan.

Mereka dalam keadaan mabuk minuman karena mengkonsumsi miras. Oknum polisi itu pun bertanya lagi, apakah dia dan temannya pengedar minuman keras.

“Apa kamu penjual cap tikus (miras), itu kamu sudah mabuk,” ungkap Rais (korban) saat meniru perkataan Polisi.

"Tidak, kalau kurang percaya silahkan geledah rumah saja," jawab korban.

Setelah itu, Rais bilang, Ia dan Mansur digiring oknum polisi itu ke rumah warga yang diketahui kehilangan uang yakni Mba Sri dan Mas Pur.

Sesampainya di rumah, Oknum Polisi kemudian bertanya lagi dengan tuduhan telah melakukan pencurian uang di salah satu rumah milik keluarga Mba Sri dan Mas Pur itu.

"Kami pun menjawab tidak pernah melakukan pencurian. Biar bapak polisi pukul kami, kami tidak pernah melakukan pencurian,” cetus Rais saat itu.

Lalu keduanya digiring ke rumah warga yang kehilangan uang tersebut. Di rumah itu mereka diperlihatkan salah satu kotak yang tidak diketahui isinya.

”Kami juga dipertemukan dengan pemilik rumah, pemilik rumah mengatakan bahwa yang mengambil uang teman saya yang bernama Mansur,” tambah Rais.

Setelah dari rumah yang kehilangan uang sebesar Rp150 juta, mereka di bawa ke Kantor Polsubsektor untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sesampai dikantor kami diperiksa di masing – masing ruangan, awalnya dikatakan uang yang hilang Rp150 juta tapi diklaim sekitar Rp.180 juta," tutur Rais.

Pada saat pemeriksaan di kantor, mereka didesak dan dipaksa untuk mengakui perbuatan.

"Kami pun memberi jawaban serta membantah apa yang dituduhkan, bahwa kami tidak melakukan perbuatan pencurian di salah satu rumah milik Mba Sri Dan Mas Pur" katanya.

Meskipun dipaksa, keduanya bersikeras dan tetap berusaha untuk membantah tuduhan gelapkan uang tersebut. Karena emosi, oknum polisi berinisial M lalu melayangkan pukulan ke bagian muka dan dada Rais.

“Adapun rasa sakit yang dirasakan di bagian jidat, sekitar perut karena bogem mantah yang dilayangkan. Hasil pemeriksaan sementara dokter RSUD Weda mengatakan bahwa terdapat tanda – tanda kekerasan di bagian jidat dan sekitar dada, karena pada Selasa 11 Agustus, kami telah melakukan pemeriksaan di RSUD Weda sebelum membuat laporan secara resmi di polres Halteng," urainya.

Keluarga korban yang tak terima tuduhan tanpa bukti dan saksi serta penganiayaan oknum polisi tersebut.

"Saya ini saksi bukan yang diduga telah melakukan pencurian ,yang dituduhkan teman saya bernama Mansur, kenapa saya diminta keterangan lalu dianiaya dan disuruh mengakui perbuataan apa yang dituduhkan," katanya.

Sementara itu, Mansur salah satu teman Rais D Gassing yang malam itu diperiksa oleh polisi mengatakan ia dituduh melakukan pencurian uang milik keluarga Mb Sri Dan Mas Pur.

"Kami berdua diperiksa mulai dari rumah dengan tuduhan awal penjual miras  namun tidak ditemukan miras , kami berdua ditanya tentang uang milik Mba Sri Dan Mas Pur yang hilang, kami juga menjawab tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepada saya,” ucap Mansur.

Hasil pantau wartawan pada Selasa 11 Agustus malam sekitar pukul 23:00 WIT, korban didampingi keluarga membuat laporan resmi di Polres Halteng, Rais D Gassing (Korban) diarahkan kebagian Profesi Pengamanan (Propam) untuk diminta keterangan.

Penulis: Ino
Editor: Hasan Bahta

Baca Juga