Pahlawan Nasional

Cerita di Balik Pengusulan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional

Ini dapat dijelaskan, bahwa cita-cita awal Kebangsaan Indonesia sudah jauh lebih dulu dimulai lewat perjuangan Baabullah, sebagai cikal-bakal terbentuknya Nusantara saat ini. Dengan demikian, maka cerita perjuangan tak harus berakhir menjadi selembar catatan di buku-buku sejarah.

Mungkin kita bisa memaklumi, bahwa dalam sejarah tidak ada pahlawan. Tapi ada faktor yang berperan terhadap sesuatu atas dasar tertentu, demi sebuah kepentingan yang bersifat menyeluruh.

Maka dari sinilah muncul nilai-nilai perjuangan itu. Berkata Prof Susanto Zuhdi, pahlawan itu kebutuhan. “Artinya, kita perlu ada pahlawan. Kita butuh pahlawan,” ucap sang Prof.

Sebab, pahlawan adalah personifikasi nilai yang mewujudnyatakan ke dalam sikap, perilaku, tindakan, dan perjuangan. Sedangkan status kepahlawanan sangat bergantung dengan nilai.

Jika perjuangan bersifat kesatuan, maka arahnya bertujuan menyatukan bangsa. Karena pada hakikatnya, pahlawan adalah orang yang berani mengambil risiko. Termasuk mengorbankan diri sendiri. Dan Baabullah telah mengawali itu.

Indonesia yang terlahir sebagai sebuah bangsa, di dalamnya terdiri dari beragam suku. Sebab menjadi sebuah bangsa karena ada proses sejarah. Salah satunya perjuangan. Sedangkan faktor utamanya karena ada “penjajahan”.

Mengakhiri catatan ini, dapat disimpulkan bahwa Kepahlawanan tidak selalu objektif. Sebab gelar merupakan subjektifitas sebuah bangsa. Karena ada nilai keteladanan di dalamnya. Lalu apa, siapa, dan bagaimana penjajah itu ?. Semua sudah dijelaskan utuh dalam pembukaan Undang –Undang Dasar 1945.

Nukholis Lamaau, Juru Tulis KARAMAT

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis:
Editor: Red

Baca Juga