Pemprov Maluku Utara Dorong HIPMI Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Maluku Utara, Muhammad Syukur Lila, saat membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) BPD HIPMI Maluku Utara. Foto: Humas Pemprov Malut

Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah di tengah tantangan transformasi digital dan perubahan ekonomi global.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Maluku Utara, Muhammad Syukur Lila, saat membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) BPD HIPMI Maluku Utara Tahun 2026 di Bela Hotel Ternate, Senin, 2 Juni 2026.

Dalam sambutan gubernur, Syukur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musdalub HIPMI Malut yang dinilai sebagai forum strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Musdalub ini diharapkan melahirkan pengurus baru yang amanah, profesional, dan berkomitmen memajukan organisasi, daerah, bangsa, dan negara. Terutama dalam mendukung visi Maluku Utara Bangkit, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Syukur.

Ia menegaskan, HIPMI sebagai wadah pengusaha muda harus mampu mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut para pelaku usaha untuk terus beradaptasi agar mampu bersaing dan menciptakan peluang-peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“HIPMI harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Tim Caretaker BPD HIPMI Maluku Utara, Syarifuddin Lessy, menyampaikan tiga poin penting dalam pelaksanaan Musdalub. Pertama, menjaga legitimasi dan kualitas musyawarah. Kedua, perhatian khusus dari DPP HIPMI terhadap dinamika kepengurusan di Maluku Utara. Ketiga, menjadikan Musdalub sebagai momentum membangun masa depan organisasi.

“Musdalub ini bukan soal menang atau kalah, tetapi tentang masa depan HIPMI Maluku Utara tiga tahun ke depan. Prinsipnya bertanding, tetapi tetap bersanding,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang XI DPP HIPMI, Elia Nelson C. Kumaat, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, mengapresiasi kerja panitia dan seluruh peserta Musdalub.

Elia menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai sekitar 19 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut masih sangat ditopang oleh sektor pertambangan yang memiliki keterbatasan sumber daya.

“Maluku Utara sudah mendapatkan momentum dari sumber daya alam. Tantangan berikutnya adalah memperkuat sumber daya manusia. Negara-negara maju bertumbuh dari sektor digital, ekonomi kreatif, dan konsumsi. Pengusaha muda harus menjadi motor penggeraknya,” tegas Elia.

DPP HIPMI berharap Musdalub kali ini dapat menjadi akhir dari dinamika organisasi yang berlangsung cukup panjang serta menghasilkan kepengurusan yang solid dan mampu membawa HIPMI Maluku Utara lebih maju ke depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Maluku Utara, perwakilan Kapolda Maluku Utara, Staf Ahli Wali Kota Ternate Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ketua DPRD Kota Ternate, Ketua Kadin Maluku Utara, Dewan Kehormatan HIPMI, serta pengurus cabang HIPMI se-Maluku Utara.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga