RSUD Weda Jadi Prioritas Kemenkes, Pemkab Halmahera Tengah Beri Dukungan Penuh

Penandatanganan Kontrak Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Pembangunan RSUD yang dilaksanakan secara virtual oleh Kementerian Kesehatan RI, Rabu, 3 Juni 2026. Foto: ist

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda, Halmahera Tengah, menjadi salah satu rumah sakit yang diprioritaskan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam program pembangunan fasilitas kesehatan melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Group 4.

Komitmen pembangunan tersebut ditandai dengan penandatanganan Kontrak Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Pembangunan RSUD yang dilaksanakan secara virtual oleh Kementerian Kesehatan RI, Rabu, 3 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting itu diikuti Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Weda. Mereka didampingi Wakil Bupati Halmahera Tengah dari Ruang Rapat Bupati.

Penandatanganan kontrak ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperluas pemerataan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan di berbagai daerah.

Selain RSUD Weda, empat rumah sakit lain yang masuk dalam PHTC Group 4 yakni RSUD Mitra Sehat Kabupaten Minahasa Tenggara, RSUD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, RSUD Kabupaten Konawe Utara, dan RSUD Kabupaten Mamuju Tengah.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Azhar Jaya, mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan implementasi dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, seluruh proses pembangunan harus dilaksanakan secara profesional, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pembangunan rumah sakit harus memenuhi standar yang ditetapkan karena merupakan fasilitas publik yang memberikan pelayanan selama 24 jam kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan, Kementerian Kesehatan melibatkan sejumlah lembaga pengawasan, mulai dari Inspektorat Jenderal Kemenkes, Kejaksaan Agung melalui Jamintel, Kantor Staf Presiden (KSP), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Azhar menjelaskan, progres program PHTC secara nasional menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pada Gelombang 3, sembilan dari sepuluh paket pekerjaan telah lolos kualifikasi, sementara satu paket lainnya dihentikan karena kendala administratif.

Sementara pada Gelombang 4, sebagian besar paket pekerjaan telah menyelesaikan tahapan verifikasi dan siap memasuki fase konstruksi.

Kementerian Kesehatan juga menargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan sebelum Januari 2027. Karena itu, seluruh kontraktor pelaksana diminta menjaga kualitas bangunan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah menyambut positif dimulainya pembangunan RSUD Weda. Menurutnya, proyek tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Halmahera Tengah.

Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Tengah menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pembangunan RSUD Weda agar berjalan lancar dan selesai sesuai target.

Pemerintah daerah berharap kehadiran RSUD Weda dengan fasilitas yang lebih memadai nantinya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis, serta mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.

Penulis: Ira
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga