Sekda Ternate Bekali Mahasiswa KKN Unkhair Strategi Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Sekda Ternate, Rizal Marsaoly saat menjadi narasumber dalam pembekalan KKN Unkhair Ternate tahap I. Foto: Humas Pemkot Ternate

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, membekali mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahap I Universitas Khairun (Unkhair) dengan strategi pengembangan ekonomi hijau dan keberlanjutan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Materi tersebut disampaikan Rizal saat menjadi narasumber dalam kegiatan pembekalan mahasiswa KKN Tahap I Unkhair dengan tema “KKN Berdampak, Literasi Cerdas, Kreativitas dan Ekonomi Hijau yang Berkelanjutan” di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Rabu, 17 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Rizal menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pengembangan Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat Kota”. Ia menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi ke depan harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga lingkungan serta mengoptimalkan potensi lokal.

Menurut Rizal, mahasiswa KKN memiliki peran strategis karena berada langsung di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi warga.

Ia menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa dalam membaca potensi dan persoalan yang ada di wilayah penempatan, kemudian menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Walaupun dalam waktu yang singkat, paling tidak kehadiran mahasiswa KKN dapat membawa sesuatu yang berbeda bagi pembangunan di kelurahan serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan,” ujar Rizal.

Rizal menjelaskan, konsep ekonomi hijau dapat diwujudkan melalui berbagai langkah, seperti pengembangan usaha berbasis potensi lokal, pemanfaatan sumber daya secara bijak, serta mendorong kegiatan ekonomi masyarakat yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif, termasuk melihat peluang ekonomi biru yang sesuai dengan karakter wilayah Kota Ternate sebagai daerah kepulauan.

“Mahasiswa harus mampu melihat potensi yang ada di wilayah KKN dan menghadirkan gagasan yang bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Selain penguatan ekonomi hijau, Rizal menilai kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program KKN. Mahasiswa diminta membangun komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, kecamatan, komunitas masyarakat, kelompok usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.

“Diharapkan mahasiswa tidak bekerja sendiri, tetapi mampu melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memaksimalkan pelaksanaan program di lapangan,” tambahnya.

Rizal memastikan Pemerintah Kota Ternate siap mendukung pelaksanaan kegiatan mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, fasilitas yang tersedia di kelurahan dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai program kerja yang telah disusun.

“Kami siap membantu memfasilitasi berbagai kegiatan mahasiswa KKN. Di kelurahan juga tersedia berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program kerja yang telah disusun kampus,” jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Rizal berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa inovasi dan solusi bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari selesainya kegiatan, tetapi dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata dan mendukung pembangunan daerah.

“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat, sehingga kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga