Persiter Ternate Bangkit, PT MMS Siap Ambil Alih Pengelolaan Klub

Wali Kota Ternate, yang juga Ketua Umum Persiter, H. M. Tauhid Soleman saat pertemuan dengan sejumlah pihak terkait kebangkitan Persiter. Foto: Humas Pemkot Ternate

Persiter Ternate mulai menata langkah menuju kebangkitan. Pemerintah Kota Ternate bersama jajaran pengurus klub menggelar pertemuan yang dikemas dalam "Bacarita Persiter bersama Wali Kota Ternate" di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Ternate, Kamis, 23 Juli 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas masa depan Persiter Ternate dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari legenda klub, pemilik klub, PSSI Maluku Utara, PSSI Kota Ternate, hingga jajaran pengurus Persiter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate yang juga Sekretaris Umum Persiter, Rizal Marsaoly, mengatakan pertemuan itu bertujuan menyerap masukan dan gagasan dari para tokoh sepak bola Ternate dalam rangka mempersiapkan kebangkitan Laskar Kie Raha.

“Intinya kami akan membangkitkan kembali Persiter Ternate. Pak Wali ingin berdiskusi dengan teman-teman legenda untuk mendapatkan masukan dan saran dalam rangka kesiapan Persiter untuk bisa bangkit kembali,” ujar Rizal.

Menurutnya, kebangkitan Persiter juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan peran Stadion Gelora Kie Raha sebagai pusat kegiatan sepak bola di Kota Ternate.

Salah satu langkah penting yang sedang dipersiapkan, kata Rizal, adalah pembentukan badan hukum Persiter dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Saat ini proses penyusunannya telah mencapai sekitar 90 persen.

“Badan hukum sementara kami siapkan untuk dibuat PT. Setelah itu nantinya akan masuk proses takeover atau pengambilalihan oleh PT Maluku Maju Sejahtera (MMS),” jelasnya.

Wali Kota Ternate, yang juga Ketua Umum Persiter, H. M. Tauhid Soleman saat pertemuan dengan sejumlah pihak terkait kebangkitan Persiter. Foto: Humas Pemkot Ternate

PT MMS merupakan perusahaan yang sebelumnya mengelola Malut United. Ke depan, perusahaan tersebut juga akan mengelola klub dengan nama baru Java United atau Jateng United yang akan berkompetisi di Liga 1 wilayah Jawa Tengah.

Sementara Persiter Ternate akan memulai perjalanan kompetisinya dari Liga 4. Pengelolaan klub nantinya dilakukan secara profesional melalui badan hukum yang telah disiapkan.

“Untuk Liga 4 dan Liga 3, sementara masih bisa bergabung dengan satu perusahaan yang sama, yakni PT MMS. Seluruh pembiayaan akan dibiayai oleh PT MMS,” kata Rizal.

Ia menjelaskan, skema tersebut dilakukan karena regulasi sepak bola nasional tidak lagi memungkinkan adanya dukungan pembiayaan klub melalui APBD.

“Dari sisi regulasi memang tidak dibenarkan lagi ada alokasi anggaran di dalam APBD. Sehingga setelah badan hukum terbentuk, pembiayaan sepenuhnya melalui PT MMS,” ungkapnya.

Selain aspek legal dan manajemen, Persiter juga mulai menyiapkan sisi teknis, termasuk pembentukan kepengurusan serta seleksi pemain.

“Bulan depan kita akan melakukan seleksi pemain untuk kesiapan di Liga 4. Nantinya pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Kie Raha,” ujarnya.

Rizal berharap langkah tersebut menjadi awal perjalanan baru Persiter Ternate untuk kembali bersaing di kancah sepak bola nasional.

“Perjalanan kita mulai dari Liga 4. Mudah-mudahan jika Allah memudahkan, Persiter bisa naik ke Liga 3, kemudian Liga 2, dan tidak menutup kemungkinan suatu saat bisa kembali ke Liga 1,” pungkasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga