Wagub Sarbin Kukuhkan Kepala BPKP, Dorong Integritas dan Penguatan Pencegahan Penyimpangan

Suasana Pengukuhan Kepala BPKP Maluku Utara. Foto: Humas Pemprov Malut

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi mengukuhkan R. Agus Prasetyo Budi sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku Utara.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Gamalama Ballroom Hotel Bela Ternate, Kamis, 25 Juni 2026, dengan dihadiri unsur Forkopimda Maluku Utara, para bupati dan wali kota, pimpinan OPD, instansi vertikal, serta sejumlah mitra kerja pemerintah daerah.

R. Agus Prasetyo Budi menggantikan Tri Wibowo Aji yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali. Sebelumnya, Agus bertugas di lingkungan BPKP Perwakilan Yogyakarta.

Prosesi pengukuhan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPKP Nomor: KP.01.03/KEP-219/K/SU/2026. Setelah pembacaan naskah pengukuhan, Wagub Sarbin bersama Kepala BPKP Maluku Utara yang baru melakukan penandatanganan berita acara.

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menyampaikan bahwa kehadiran BPKP memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya dalam memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Ia mendorong agar fungsi pengawasan tidak hanya berjalan setelah terjadi persoalan, tetapi lebih mengedepankan langkah pencegahan terhadap potensi penyimpangan.

“Pencegahan menjadi hal penting. Kita punya tanggung jawab bersama agar setiap rupiah anggaran digunakan untuk kepentingan rakyat dan pembangunan daerah,” ujar Sarbin.

Menurutnya, berbagai kasus penyimpangan yang terjadi di sejumlah lembaga menjadi pengingat bahwa penguatan integritas aparatur harus menjadi perhatian bersama.

Sarbin berharap BPKP dapat terus memperkuat sistem pengawasan yang mampu mendeteksi persoalan sejak dini, sehingga penyimpangan dapat dicegah sebelum berujung pada proses hukum.

“Sampai kapan tangkap-menangkap ini selesai? Ini yang kita rindukan. Kalau sudah terjadi, yang masuk penjara juga menjadi beban negara. Kita berharap sistem pengawasan BPKP mampu mencegah sebelum terjadi penyimpangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyinggung capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selama ini diraih pemerintah daerah.

Ia menegaskan, predikat WTP tidak boleh hanya menjadi kebanggaan dalam laporan keuangan, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan komitmen para pimpinan perangkat daerah.

“Kita bangga dengan WTP. Tetapi WTP tidak cukup hanya di atas laporan keuangan. WTP harus mencerminkan perilaku keseharian pimpinan OPD,” tegasnya.

Kepada Kepala BPKP Maluku Utara yang baru, Sarbin menyampaikan selamat bertugas dan berharap dapat berkolaborasi dalam mengawal pembangunan daerah kepulauan.

Ia juga menyampaikan tantangan pembangunan Maluku Utara, terutama terkait kondisi Sofifi sebagai ibu kota provinsi yang masih membutuhkan percepatan infrastruktur.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong pembangunan konektivitas jalan, jembatan, dan fasilitas publik agar pelayanan pemerintahan serta masyarakat semakin baik.

“Orang-orang di dalam BPKP harus memberikan mata yang tajam, telinga yang luas, kaki yang cepat, dan tangan yang terukur untuk mengawal hak-hak rakyat,” pesan Sarbin.

Sementara itu, Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Sutrisno, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap penguatan fungsi pengawasan.

Ia menjelaskan, sesuai Perpres Nomor 192 Tahun 2014 juncto Perpres Nomor 2 Tahun 2025, BPKP akan terus memperkuat fungsi assurance dalam mengawal program prioritas pemerintah, seperti penanganan stunting, ketahanan pangan, proyek strategis nasional, hingga program makan bergizi gratis.

Sutrisno juga mengapresiasi capaian pembangunan Maluku Utara yang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,64 persen pada triwulan I tahun 2026, sekaligus menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Selain itu, ia turut menyoroti capaian penurunan angka kemiskinan dan prevalensi stunting sebagai bagian dari keberhasilan pembangunan daerah.

Ia menutup sambutannya dengan pesan kearifan lokal Maluku Utara, “Marimoi Ngone Futuru” yang bermakna bersama kita kuat.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga