Data
BPS Maluku Utara Pastikan Data Sensus Ekonomi Aman, Warga Tak Perlu Ragu
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara memastikan seluruh data masyarakat yang dihimpun dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan dijaga kerahasiaannya.
Masyarakat diminta tidak ragu memberikan informasi yang benar saat petugas melakukan pendataan di lapangan.
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang melibatkan OPD terkait, media massa, hingga influencer dan konten kreator, di kantor BPS setempat, pada Senin, 29 Juni 2026.
Simon menegaskan, data yang diberikan masyarakat maupun pelaku usaha hanya digunakan untuk kepentingan statistik negara dan tidak akan dipublikasikan secara individu.
“Data masyarakat aman dan dijamin kerahasiaannya. Informasi yang dikumpulkan hanya untuk kepentingan negara sesuai aturan yang berlaku,” ujar Simon.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Tanpa dukungan masyarakat, BPS akan kesulitan menghasilkan data ekonomi yang akurat dan mencerminkan kondisi sebenarnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk di wilayah Maluku Utara.
Pendataan lapangan SE 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, petugas BPS akan mendatangi berbagai pelaku kegiatan ekonomi untuk mencatat aktivitas usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah, usaha besar, maupun usaha berbasis digital.
Simon menjelaskan, data hasil sensus nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi, mendukung pengembangan dunia usaha, serta merancang pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terbuka kepada petugas sensus dengan memberikan informasi yang lengkap dan sesuai kondisi usaha yang dijalankan.
Sebab, kata Simon, masih terdapat tantangan di lapangan, di mana sebagian responden terkadang belum menyampaikan seluruh aktivitas ekonominya, seperti usaha online atau usaha sampingan yang dilakukan dari rumah.
“Semua aktivitas ekonomi penting untuk dicatat. Jangan menganggap usaha kecil tidak memiliki nilai, karena seluruhnya menjadi bagian dari gambaran ekonomi Maluku Utara,” katanya.
Selain masyarakat, Simon juga meminta dukungan pemerintah daerah, OPD, media massa, hingga influencer dan konten kreator untuk ikut memberikan edukasi mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026.
Ia berharap sinergi berbagai pihak dapat meningkatkan pemahaman publik sehingga pelaksanaan sensus berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas.
Dengan adanya data ekonomi yang akurat, BPS Maluku Utara optimistis pemerintah dapat mengambil kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.








Komentar