WBN Komitmen Jaga Fungsi Ekologis, Ratusan Hektar Lahan Direklamasi
PT Weda Bay Nickel (WBN) terus menunjukkan komitmennya terhadap praktik pertambangan berkelanjutan. Hingga Maret 2026, perusahaan tersebut sudah mereklamasi 223,43 hektare lahan bekas tambang sekaligus mempercepat program revegetasi sebagai upaya memulihkan fungsi ekologis kawasan operasional.
Reklamasi dilakukan di sejumlah area operasional, mulai dari Kao Rahai, Biri-Biri, hingga Tofu. Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan kegiatan pertambangan berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Tak hanya melakukan penataan kembali lahan bekas tambang, WBN juga menjalankan revegetasi secara bertahap sesuai rencana reklamasi yang telah mendapat persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Untuk mendukung program tersebut, perusahaan mengoperasikan nursery seluas 2,02 hektare sebagai pusat pembibitan berbagai jenis tanaman yang akan digunakan dalam proses penghijauan kawasan pascatambang.
Proses reklamasi dilakukan melalui penataan kontur lahan, penanaman berbagai jenis vegetasi, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman guna memastikan pemulihan lingkungan berlangsung optimal.
Manager Health, Safety, and Environment (HSE) Weda Bay Nickel, Ronggour Siahaan, menegaskan bahwa reklamasi bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan bagian dari seluruh siklus operasional pertambangan.

"Kami menjalankan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari setiap tahapan operasional, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan hingga pemantauan serta pemulihan area yang telah selesai ditambang. Berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan mitra kerja juga turut memperkuat budaya tersebut, sehingga tanggung jawab lingkungan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari," ujar Ronggour.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen perusahaan. Pada Juni 2026, WBN menanam 1.000 bibit pohon di tiga area operasional, yakni Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu.
Masih pada bulan yang sama, perusahaan menggelar Clean Up Day di sejumlah kawasan hunian karyawan dan kontraktor. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memilah sampah berdasarkan jenisnya sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Di sisi lain, WBN bersama para kontraktornya juga mengembangkan praktik ekonomi sirkular melalui penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R). Material bekas seperti scrap metal dan drum yang sudah tidak digunakan diolah kembali menjadi produk kreatif dan bernilai guna, mulai dari miniatur alat berat hingga furnitur.
Seluruh rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari kampanye internal bertajuk "Weda Today, Earth Tomorrow" yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Menurut Ronggour, inisiatif tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama, baik di area operasional maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui inisiatif ini, kami menegaskan kembali komitmen untuk menerapkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak hanya di area operasional, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan karyawan dan mitra kerja untuk mendukung praktik operasional pertambangan yang lebih bertanggung jawab serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar," katanya.








Komentar