1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Wagub Sarbin Serukan Gerakan Bersama Lindungi Anak Maluku Utara

Oleh ,

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyerukan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat perlindungan terhadap anak serta memastikan terpenuhinya hak-hak mereka.

Seruan tersebut disampaikan Sarbin saat membuka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di SD Negeri 02 Guraping, Kamis, 23 Juli 2026.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan HAN tahun ini berlangsung semarak dan diikuti ratusan siswa dengan berbagai rangkaian kegiatan edukatif serta perlombaan.

Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Saat membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Sarbin menyampaikan bahwa anak memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa.

“Anak bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,” ujar Sarbin.

Menurutnya, setiap anak merupakan pribadi yang berharga, sehingga harus dihormati, didengar pendapatnya, serta diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Ia menegaskan, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, hingga dunia usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maluku Utara, Hairia, mengatakan upaya melindungi anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.

“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa,” katanya.

Ia menjelaskan, keluarga menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak. Selain itu, satuan pendidikan, masyarakat, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, serta pemerintah pusat dan daerah juga memiliki peran penting.

Menurut Hairia, perlindungan tersebut harus mampu mencegah berbagai persoalan yang mengancam anak, seperti kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, hingga perundungan, baik di lingkungan nyata maupun ruang digital.

Usai membuka kegiatan, Wagub Sarbin bersama Ketua TP-PKK Maluku Utara, Kepala DP3A, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) meninjau sejumlah perlombaan yang digelar untuk memeriahkan HAN 2026.

Berbagai permainan tradisional seperti kasti, cenge-cenge, dan lompat tali menjadi bagian dari kegiatan yang menghadirkan keceriaan bagi para siswa.

Sarbin mengapresiasi antusiasme peserta dan menilai permainan tradisional memiliki banyak manfaat karena menggabungkan unsur olahraga, kreativitas, kecerdasan, serta membangun kebersamaan antar anak.

Salah satu siswa peserta, Imran (9), mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan HAN. Menurutnya, perlombaan tersebut memberikan pengalaman baru dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih percaya diri, bisa belajar bekerja sama, dan menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik tanpa bergantung pada smartphone,” ungkap siswa kelas 4 tersebut.

Melalui momentum Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap kolaborasi seluruh pihak semakin kuat dalam menghadirkan ruang tumbuh yang optimal bagi anak-anak.

Dengan dukungan bersama, Maluku Utara diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Berita Lainnya