Wagub Sarbin: Jangan Tergiur Investasi, Pahami Risiko Sebelum Menanam Modal
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi tanpa memahami produk dan risiko yang menyertainya.
Pesan itu disampaikan Sarbin saat membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Pasar Modal Syariah yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara di Bela Hotel Ternate, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Sarbin, penguatan literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah masih maraknya investasi bodong yang dapat merugikan masyarakat.
Ia mengatakan, masyarakat harus memiliki pemahaman yang cukup sebelum memutuskan menempatkan dana pada suatu instrumen investasi.
“Kita sering kali diperhadapkan dengan investasi bodong yang sempat viral belakangan ini, sehingga diperlukan adanya penguatan literasi kepada masyarakat,” ujar Sarbin.
Sarbin menegaskan, investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Aspek paling mendasar adalah memastikan masyarakat memahami mekanisme, manfaat dan risiko dari investasi yang dipilih.
“Investasi tidak hanya soal sekadar memperoleh keuntungan, tetapi aspek mendasarnya ialah bagaimana kita memperoleh pemahaman secara utuh mengenai investasi,” katanya.
Ia menilai pengembangan literasi pasar modal syariah di Maluku Utara memiliki nilai strategis, seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pengembangan literasi pasar modal syariah di Maluku Utara sangat dinilai strategis karena sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ungkapnya.
Sarbin juga mengapresiasi OJK Maluku Utara atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi dan edukasi terkait produk keuangan dapat terus diperkuat secara bersama-sama.
Menurutnya, pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan.
Sarbin menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat dan terpercaya agar masyarakat tidak menjadi korban investasi ilegal.
“Semua pihak harus terus melakukan gerakan bersama dalam memberikan pemahaman literasi melalui informasi yang akurat dan terpercaya sehingga tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Maluku Utara, Adi Surahmat, mengatakan kegiatan TOT Pasar Modal Syariah merupakan bagian dari upaya pengembangan pasar modal sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 280 peserta dari berbagai unsur, termasuk pihak manajemen, Bank Indonesia, mahasiswa dan pelajar.
Adi mengungkapkan, tingkat literasi keuangan di Maluku Utara masih tergolong rendah dibandingkan angka nasional.
Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat literasi keuangan Maluku Utara tercatat sebesar 10,94 persen, sementara secara nasional mencapai 13,24 persen.
Dari 38 provinsi di Indonesia, Maluku Utara berada di posisi ke-20.
“Karena itu, kegiatan hari ini dinilai sangat penting karena mendorong pendalaman pasar modal dan peningkatan kompetensi SDM,” kata Adi.
Ia berharap generasi muda dapat memahami investasi syariah secara lebih baik dan menjadikannya sebagai bagian dari pilihan pengelolaan keuangan yang dilakukan secara bijak.
“Kami berharap generasi muda saat ini dapat melihat investasi syariah dengan baik dan positif ke depan,” ujarnya.
Adi menegaskan, peningkatan literasi keuangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, OJK maupun Bank Indonesia.
Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar edukasi mengenai produk dan layanan keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Semoga melalui kegiatan hari ini dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara,” pungkasnya.