Pendidikan

Kadikbud Abubakar: Budaya Membaca Harus Tumbuh Jadi Kebiasaan di Sekolah

Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah. Foto: KD

Penguatan literasi di sekolah tidak cukup dilakukan melalui pelatihan. Budaya membaca harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian siswa dan guru.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, saat membuka Workshop Penguatan Kompetensi Membaca Teks Sastra dan Teks Informasi bagi Guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris SMA se-Kota Ternate, di Aula SMA Negeri 10 Kota Ternate, Sabtu, 12 September 2026.

Abubakar mengatakan, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik harus dimulai dari ekosistem pendidikan yang mendukung kebiasaan membaca, pencarian informasi, berpikir kritis, hingga kemampuan menulis.

Menurutnya, sekolah dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus mengembangkan pengetahuan melalui aktivitas membaca.

Dalam kesempatan itu, Abubakar membagikan kisah Yurita Izzatul Aulia, siswi SMA Negeri 1 Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, yang meraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 sebesar 97,24.

Ia menilai capaian tersebut tidak diraih secara instan. Kebiasaan membaca dan pemanfaatan perpustakaan sekolah menjadi salah satu hal yang menopang proses belajar siswa.

“Budaya membaca dan kecintaan pada perpustakaan adalah kuncinya. Tidak ada siswa yang tidak mampu, yang ada adalah bagaimana guru dan sekolah hadir membangun ekosistem membaca yang kondusif,” tegasnya.

Abubakar meminta sekolah tidak menjadikan keterbatasan bahan bacaan sebagai alasan untuk mengabaikan penguatan literasi. Dukungan anggaran pendidikan yang tersedia harus dimanfaatkan secara tepat, termasuk untuk memenuhi kebutuhan buku dan bahan bacaan peserta didik.

Penguatan literasi, lanjut Abubakar, tidak hanya bergantung pada buku fisik. Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas sumber belajar dan memperkaya materi pembelajaran.

Ia meminta fasilitas seperti Smart TV dan Rumah Pendidikan digunakan secara optimal. Guru juga didorong aktif memanfaatkan akun belajar untuk mengakses berbagai bahan ajar dan referensi digital.

“Teknologi jangan hanya menjadi fasilitas yang ada di sekolah. Harus digunakan untuk memperluas pengetahuan dan mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.

Dikbud Maluku Utara juga terus membangun sinergi dengan perguruan tinggi. Salah satunya melalui keterlibatan mahasiswa bidang Informatika Universitas Khairun (Unkhair) dalam membantu sekolah memperkuat pemanfaatan teknologi informasi.

Abubakar menegaskan, kemampuan membaca harus berjalan beriringan dengan kemampuan menulis. Guru yang memiliki budaya membaca kuat diharapkan mampu menghasilkan artikel, tulisan ilmiah, maupun buku yang berkualitas akademis.

Ia mengingatkan agar penguatan literasi tidak dilakukan secara mendadak menjelang akhir jenjang pendidikan. Pembiasaan membaca dan menulis harus dimulai sejak kelas X secara terstruktur dan konsisten.

“Proses penguatan literasi tidak boleh dilakukan secara mendadak di akhir jenjang. Sejak kelas X, pembiasaan ini harus sudah dijalankan secara terstruktur dan konsisten agar rapor pendidikan kita terus meningkat,” tandasnya.

Workshop tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kompetensi guru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membangun ekosistem pendidikan yang mendukung kemajuan literasi siswa SMA di Kota Ternate.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga