Sinergitas
Bappenas Bahas Rencana Induk Geopark Ternate, Sinkronisasi Lintas Sektor Diperkuat
Kementerian PPN/Bappenas membahas draf Rencana Induk Aspiring Geopark Ternate melalui koordinasi lintas sektor untuk memperkuat konservasi warisan geologi, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pembahasan yang menghadirkan Sekda Ternate Rizal Marsaoly dan Kepala Bappelitbangda Thamrin Marsaoly itu, Direktur Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Sekretariat Nasional Komite Nasional Geopark Indonesia Kementerian PPN/Bappenas, Togu Santoso Pardede, memaparkan konsep, dasar hukum, dan tahapan pengembangan geopark di Indonesia.
Dalam paparannya, Togu menjelaskan bahwa geopark tidak hanya berfokus pada perlindungan warisan geologi, tetapi juga mengintegrasikan keanekaragaman hayati dan keragaman budaya.
Pengembangan geopark bertumpu pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat lokal.
Penyusunan Rencana Induk mengacu pada Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 15 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pengembangan Taman Bumi. Dokumen tersebut menjadi pedoman pengembangan kawasan selama 10 tahun sekaligus salah satu persyaratan bagi Aspiring Geopark untuk diusulkan menjadi Geopark Nasional.
“Rencana Induk diharapkan menjadi pedoman bagi pengelola, pemerintah, badan usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan kawasan geopark yang terencana, terkelola dengan baik, dan berkelanjutan,” jelas Togu.
Dalam draf Rencana Induk Geopark Ternate, terdapat 12 isu prioritas yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Isu tersebut meliputi perlindungan kawasan vulkanik Gunung Gamalama dan aliran lava Batu Angus, mitigasi bencana, persoalan sampah pesisir, keterbatasan transportasi laut menuju Pulau Hiri, serta integrasi konservasi keanekaragaman hayati dengan pengelolaan geosite.
Selain itu, terdapat kebutuhan mengintegrasikan sejarah rempah dan budaya lokal dalam produk geowisata, memperkuat sarana edukasi dan penelitian, menyediakan pusat informasi geopark, memberdayakan masyarakat dan UMKM, meningkatkan ketersediaan air bersih, memperkuat promosi, serta memperbaiki pengelolaan daya dukung dan keselamatan kawasan wisata.
Koordinasi lintas sektor ini bertujuan menghimpun masukan teknis dan substantif untuk menyempurnakan draf Rencana Induk, termasuk merumuskan solusi dan memperjelas kontribusi setiap pemangku kepentingan.
Melalui perencanaan yang terintegrasi, pengembangan Geopark Ternate diharapkan mampu melindungi warisan bumi, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari tahapan menuju Geopark Nasional.










Komentar