Agenda

CSS 2025 di Ternate Jadi Ajang Kolaborasi, AKKOPSI Dorong Kerja Sama Antar Daerah

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman saat menyampaikan sambutan pembukaan CSS 2025. Foto: Prokopim Setda Kota Ternate

City Sanitation Summit (CSS) ke-XXIII Tahun 2025 yang berlangsung di Kota Ternate, Maluku Utara, resmi dibuka pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di Bela Hotel Ternate.

Ajang nasional tahunan yang dihadiri para pejabat negara, kepala daerah di Indonesia dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar daerah dalam mewujudkan sanitasi berkelanjutan.

Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), H. M. Dadang Supriatna, menegaskan bahwa CSS bukan hanya forum seremonial, tetapi wadah strategis untuk membangun komitmen dan kerja sama nyata antar daerah.

“CSS ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum untuk menyatukan langkah membangun sanitasi yang lebih baik. Setiap daerah memiliki pengalaman dan keunggulan yang bisa dibagikan agar menjadi solusi bersama,” ujar Dadang yang juga Bupati Bandung saat memberikan sambutan pembukaan.

Menurutnya, sanitasi merupakan isu fundamental yang berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, hingga daya saing daerah. Karena itu, dibutuhkan sinergi antar daerah sekaligus dukungan pemerintah pusat.

“Jika kita berjalan sendiri-sendiri, hasilnya akan lambat. Namun dengan kolaborasi, keberhasilan satu daerah bisa direplikasi di daerah lain. Dari Ternate, kita ingin membawa semangat kerja sama untuk Indonesia,” tegasnya.

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, menambahkan bahwa CSS menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan sanitasi.

“Melalui forum ini, kita diingatkan kembali bahwa keberhasilan pembangunan sanitasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat serta inovasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan,” ujarnya.

Suasana kegiatan City Sanitation Summit 2025 di Ternate. Foto: Halmaherapost.com

CSS 2025 mengusung tema “Sanitasi Berkelanjutan Melalui Partisipasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Kota Ternate.” Tema ini, kata Tauhid, sangat relevan dengan tantangan perkotaan, khususnya dalam mengatasi persoalan sampah.

“Kota Ternate sebagai tuan rumah telah memulai langkah nyata dalam menata pengelolaan sampah berbasis partisipasi dan inovasi. Ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” tambahnya.

Tauhid menjelaskan, salah satu langkah konkret Pemkot Ternate adalah melalui Gerakan ASN & Masyarakat Memilah Sampah (Asyiklah) yang menjadikan ASN sebagai pelopor perubahan perilaku pengelolaan sampah.

“Sebagai payung hukum, saya telah menetapkan Instruksi Wali Kota Nomor 100.3.4.3/53/2024 tentang Gerakan ASN dan Masyarakat Ikut Memilah Sampah (Asyiklah),” ungkapnya.

Selain itu, pada 23 Agustus lalu, Kota Ternate juga mencatat capaian melalui kegiatan Ternate Menabung Sampah Rame-Rame (Ternate Mesra), yang berhasil mengumpulkan 15 ton sampah anorganik dalam sehari, setara nilai ekonomi Rp15 juta.

“Capaian ini membuktikan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Dengan dukungan banyak pihak, persoalan sampah bisa diatasi bersama-sama,” tegasnya.

Menurut Tauhid, CSS adalah momentum strategis memperkuat sinergi antar daerah untuk mempercepat pencapaian target sanitasi nasional.

“Saya percaya, melalui pertukaran ide, pengalaman, dan inovasi di forum ini, kita akan melahirkan langkah konkret mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya akses air bersih dan sanitasi layak bagi semua,” pungkasnya.

CSS ke-XXIII di Ternate, dengan agenda utama, pertukaran praktik baik antar daerah, serta penandatanganan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi sanitasi berkelanjutan.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga