PKPM Nuku Yogyakarta Lantik Pengurus Baru, Siap Wujudkan Regenerasi dan Transformasi
PKPM Nuku Yogyakarta resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025/2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat, Minggu, 15 Februari 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelantikan yang mengusung tema “New Era PKPM Nuku: Regenerasi, Transformasi, dan Aksi” ini menjadi momentum estafet kepemimpinan sekaligus penguatan komitmen organisasi mahasiswa asal Maluku Utara di Yogyakarta tersebut.
Acara dihadiri sesepuh PKPM Nuku Yogyakarta, Hilman Haroen, para alumni lintas angkatan, ketua-ketua IKPM se-Indonesia, serta ratusan undangan. Prosesi pelantikan berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan lebih progresif dan solid.
Ketua Panitia, Rafli Taher, dalam laporannya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni formal. Ia menyebut momen tersebut sebagai ikrar pengabdian bagi seluruh pengurus yang dilantik.
“Pelantikan ini adalah komitmen bersama untuk mendedikasikan waktu dan pikiran demi kemajuan organisasi. Dengan kepengurusan baru, kami berharap sinergi dan kolaborasi antaranggota semakin kuat sehingga PKPM Nuku Yogyakarta mampu berdiri sebagai organisasi yang mandiri, kritis, dan tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Demisioner Sekretaris Umum PKPM Nuku Yogyakarta, Riskina, menyampaikan bahwa periode 2025–2026 merupakan bagian dari mata rantai sejarah panjang organisasi yang telah berjalan lebih dari tiga dekade. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan nilai dan semangat kolektif.
“Regenerasi bukan hanya pergantian nama dalam struktur, tetapi bagaimana semangat dan visi organisasi terus hidup dan berkembang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PKPM Nuku Yogyakarta periode 2025/2026, Nurfina Ahmad, mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga persatuan serta memperkuat komunikasi internal. Ia menegaskan bahwa organisasi adalah rumah bersama yang harus dirawat dengan sikap saling menghargai.
“Jika ada yang tidak sesuai, mari kita bicarakan dengan cara yang baik. Tegur saya jika ada yang salah, karena di tempat ini kita sama-sama belajar,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, sesepuh PKPM Nuku Yogyakarta, Hilman Haroen, menekankan bahwa organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, eksistensi organisasi tercermin dari komitmen dalam menjaga budaya serta menjalankan program kerja yang berdampak.
“Merawat tradisi leluhur adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Organisasi ini harus menjadi wadah lahirnya generasi yang berkarakter dan berloyalitas,” tegasnya.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya, seperti Teater Aku Membaca Tidore, tarian Salai Jin, penampilan vokal grup Sanggar Kie Se Kolano, hingga pembacaan puisi dari IKPM Kotawaringin Barat dan IKPM Kepulauan Buru Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol semangat regenerasi dan transformasi yang diusung kepengurusan baru—bahwa organisasi tidak hanya bergerak dalam gagasan, tetapi juga aksi nyata dalam merawat identitas dan budaya lokal.








Komentar