Gubernur Sherly Imbau Warga Maluku Utara Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengimbau masyarakat di wilayah Maluku Utara untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Imbauan ini disampaikan menyusul prediksi meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah yang berpotensi memicu banjir maupun tanah longsor.
Sherly menegaskan, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diminta untuk tetap berhati-hati serta mematuhi berbagai imbauan dari pemerintah dan instansi terkait demi menjaga keselamatan selama perjalanan.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus mudik berlangsung, terutama yang berkaitan dengan kondisi cuaca.
“Koordinasi lintas sektor sangat penting agar berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga masyarakat dapat menjalani mudik dengan aman, nyaman, dan penuh makna bersama keluarga,” ujar Sherly di sela-sela kegiatan sidak di Kantor Gubernur, Selasa, 10 Maret 2026.
Imbauan tersebut juga menyusul surat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor B-13/BNPB/D-II/BP.03.02/03/2026 tentang peringatan dini serta langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana banjir dan gerakan tanah atau longsor selama periode Maret 2026.
Sementara itu, Kepala BMKG Sultan Baabullah Ternate, Desindra, menyampaikan bahwa curah hujan di wilayah Maluku Utara sepanjang Maret 2026 diperkirakan masih cukup tinggi.
“Jadi kita harus siap ketika mudik Lebaran nanti. Di Maluku Utara diperkirakan masih akan terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi,” jelasnya.
Sherly juga mengingatkan masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara untuk mewaspadai potensi bencana tanah longsor, terutama di wilayah yang rawan terjadi pergerakan tanah saat curah hujan meningkat.
“Ya, kita terus mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi laut maupun darat, agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat yang menggunakan transportasi udara juga diminta untuk memperhatikan prakiraan cuaca di bandara tujuan. Menurut Sherly, kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, maupun gelombang tinggi dapat berdampak pada keterlambatan bahkan pembatalan penerbangan.
Berdasarkan data BNPB, Kabupaten Halmahera Timur menjadi salah satu daerah di Maluku Utara yang memiliki potensi banjir dengan kategori menengah selama periode Maret 2026.
Sementara itu, sejumlah daerah lain yang berpotensi mengalami gerakan tanah atau longsor antara lain Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Pulau Morotai, serta Pulau Taliabu.
Sherly juga mengimbau para pemudik untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
“Oleh karena itu, kami mengimbau para pemudik untuk terus berkoordinasi dengan pihak maskapai, operator pelabuhan, maupun BMKG guna mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca di rute perjalanan,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa mudik.
“Yang paling penting tetap tenang dan jangan sampai perjalanan mudik justru membahayakan keselamatan,” pesan Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BMKG juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi cuaca terkini, peringatan dini yang cepat dan akurat, serta dukungan teknis kepada seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keselamatan masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.








Komentar