Arus Mudik Mulai Terasa, Tiket Kapal PELNI dari Ternate Habis Terjual

Kepala Cabang PT. PELNI (Persero) Ternate, M. Lutfi Israr Sutan saat diwawancarai halmaherapost.com dikantornya. Foto: Ris

Lonjakan penumpang menjelang arus mudik Lebaran mulai terlihat di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate. Tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) untuk sejumlah jadwal keberangkatan pada awal hingga pertengahan Maret dilaporkan telah habis terjual.

Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) wilayah Maluku Utara mulai mencatat peningkatan jumlah penumpang sejak 2 Maret 2026. Puncak lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi pada 14 Maret 2026.

Sejumlah kapal yang melayani rute dari Ternate di antaranya KM Sinabung, KM Dorolonda, KM Nggapulu, KM Tatamailau, dan KM Sangiang. Kapal-kapal tersebut juga mendapatkan dispensasi tiket subsidi sebesar 35 persen dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ternate, M. Lutfi Israr Sutan, kepada Halmaherapost.com, Selasa, 10 Maret 2026, mengatakan bahwa sistem pembelian tiket PELNI kini sepenuhnya dilakukan secara daring sehingga pergerakan pembelian tiket masyarakat dapat dipantau secara bertahap.

“Pembukaan tiket dari tanggal 7 sampai 14 Maret sudah habis terjual. Jadi perkiraan kami akan ada lonjakan penumpang pada 14 Maret di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate,” ujar Lutfi.

Ia menjelaskan, kuota tiket subsidi yang disiapkan berkisar antara 2.000 hingga 2.600 kursi, tergantung kapasitas kapal untuk kelas ekonomi. Program subsidi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia hanya berlaku untuk tiket kelas ekonomi dan dapat diakses melalui sejumlah aplikasi pembayaran seperti Easy Cash, Livin’ by Mandiri, dan BCA.

Menurut Lutfi, kapasitas kapal juga dapat meningkat setelah melalui proses uji petik atau pemeriksaan keselamatan.

“Contohnya KM Sinabung yang awalnya hanya dapat menampung sekitar 2.200 kursi. Setelah dilakukan run check dan pemeriksaan alat keselamatan, kapasitasnya bisa ditingkatkan hingga sekitar 2.600 kursi,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat terjadi lonjakan penumpang, sebagian tiket yang dijual merupakan kategori non-seat. Penumpang dalam kategori ini tidak mendapatkan tempat duduk tetap, namun tetap memiliki hak yang sama selama pelayaran.

“Penumpang nantinya akan diberikan tempat di atas kapal dengan tikar yang disiapkan petugas. Informasi non-seat sudah tercantum dalam tiket dan penumpang bersedia karena pembelian dilakukan secara online,” katanya.

Di akhir keterangannya, Lutfi mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui aplikasi resmi yang bekerja sama dengan PELNI untuk menghindari penipuan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada calo yang mengatasnamakan bisa membantu menaikkan penumpang ke kapal. Saat dicek nanti, bisa saja barcode tiketnya tidak valid,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebagian penumpang bahkan sudah mulai membeli tiket untuk arus balik dari Pelabuhan Ahmad Yani menuju berbagai daerah tujuan.

“Ini menjadi ikhtiar bagi para penumpang yang akan berlayar dari Pelabuhan Ahmad Yani ke tujuan masing-masing,” tutupnya.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga