Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, KSOP Ternate Dirikan Posko di Tiga Pelabuhan
Lonjakan penumpang pada arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai terpantau di Kota Ternate, Maluku Utara.
Mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate mendirikan posko pengawasan angkutan laut di tiga pelabuhan utama.
Posko tersebut akan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026 di Pelabuhan Ahmad Yani, Pelabuhan Bastiong, serta Pelabuhan Penyeberangan Bastiong (ASDP). Langkah ini dilakukan karena Maluku Utara termasuk dalam 10 besar daerah dengan jumlah penumpang pelabuhan tertinggi di Indonesia.
Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, mengatakan meski posko resmi dibuka pertengahan Maret, pihaknya sebenarnya telah melakukan pemantauan angkutan pelayaran sejak H-15 Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Berdasarkan data dari Pelabuhan Ahmad Yani, Pelabuhan Bastiong, dan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong, jumlah penumpang di Ternate secara nasional menempati urutan kedelapan terbanyak,” kata Rushan kepada Halmaherapost.com, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, armada yang disiapkan untuk mendukung angkutan mudik terdiri dari berbagai jenis kapal. Total terdapat 49 kapal besar, 5 kapal PELNI, 17 kapal penyeberangan, 21 kapal antar-pulau, serta 6 kapal perintis.
“Seluruh armada tersebut difungsikan untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran tahun ini,” ujarnya.
Selain kapal, angkutan antar-pulau juga didukung oleh 539 unit speedboat dan 39 unit motor kayu yang melayani mobilitas masyarakat di berbagai lintasan.
Rushan menambahkan, Kementerian Perhubungan mewajibkan seluruh kapal menjalani ramp check atau pemeriksaan keselamatan pelayaran sebelum dioperasikan.
“Pemeriksaan alat keselamatan sudah lama kami lakukan sejak momentum Natal dan Tahun Baru hingga menjelang Idul Fitri. Namun untuk perhitungannya tetap kami pisahkan,” jelasnya.
Dari total 553 unit speedboat yang terdata, sebanyak 539 unit dinyatakan layak laut. Sementara sisanya belum diizinkan beroperasi karena belum memenuhi standar keselamatan.
“Speedboat yang tidak layak laut kami ikat dan tidak boleh beroperasi, terutama pada lintasan Bastiong–Rum dan Gamlama–Sidangoli. Ada juga yang masih beroperasi dengan catatan harus memenuhi rekomendasi keselamatan,” katanya.
Sementara untuk lintasan Kota Baru–Loleo, Semut–Sofifi, serta Dufa-Dufa–Jailolo, seluruh speedboat telah dinyatakan layak laut.
Dalam pengoperasian posko angkutan Lebaran, KSOP Ternate juga akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi, di antaranya Polairud, KP3, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, serta BMKG.
Jika terjadi lonjakan penumpang, pihaknya juga menyiapkan armada tambahan dari Polairud, kapal SAR KM Pandhudewanata, serta kapal milik KSOP, KMP 368.
“Kami juga memantau penjualan tiket subsidi dari pemerintah daerah melalui vendor agen kapal seperti Ferynesia dan Easybook di Pelabuhan Ahmad Yani dan Manggadua,” tambahnya.
Menurut Rushan, tingginya arus penumpang di Ternate membuat pelabuhan ini masuk dalam 10 besar pelabuhan dengan jumlah penumpang tertinggi secara nasional, sehingga akan mendapat pemantauan langsung dari Sekretaris Jenderal Perhubungan Laut.
“Berdasarkan data tahun lalu, jumlah penumpang selama mudik Lebaran mencapai 45.545 orang. Tahun ini kemungkinan besar akan mengalami peningkatan,” pungkasnya.








Komentar