Dinkes Halmahera Tengah Intensifkan Layanan dan Pengawasan Sanitasi di Sibenpopo

Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah saat memeriksa kondisi air sumur di desa Sibenpopo. Foto: ist

Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah terus mengintensifkan layanan kesehatan sekaligus pengawasan sanitasi di Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat.

Sejak 6 April 2026 hingga saat ini, pelayanan kesehatan massal terus berlangsung di lokasi. Tercatat sebanyak 293 kunjungan pasien telah mendapatkan layanan medis dari tim kesehatan yang diturunkan ke lapangan.

Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan 10 jenis penyakit terbanyak yang diderita masyarakat. ISPA menjadi kasus tertinggi dengan 53 kasus, disusul common cold 52 kasus, myalgia 44 kasus, hipertensi 20 kasus, dyspepsia 16 kasus, vulnus 8 kasus, GERD 7 kasus, dermatitis 7 kasus, gout 5 kasus, serta diare 4 kasus. Secara keseluruhan, total kasus mencapai 216 kasus.

Untuk penanganan tersebut, dua pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut, termasuk satu ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus.

Dalam mendukung pelayanan, Dinas Kesehatan Halmahera Tengah menurunkan tim medis lengkap yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, analis kesehatan, apoteker, dan tenaga administrasi. Pelayanan juga diperkuat dengan sistem rolling tenaga kesehatan dari sembilan Puskesmas di wilayah Halmahera Tengah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Aidin Abdurahman, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap mendapatkan layanan kesehatan secara optimal.

“Pelayanan terus kami maksimalkan dengan dukungan tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas,” ujarnya.

Selain layanan medis, Dinas Kesehatan juga melakukan pengawasan ketat terhadap sanitasi lingkungan, terutama sumber air bersih dan dapur umum di posko pengungsian.

Koordinator lapangan, Basuki R. Saleh, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 32 sumur warga. Hasilnya, 15 sumur dinyatakan memenuhi standar kesehatan, sementara 17 sumur lainnya tidak layak digunakan dan membutuhkan perbaikan.

“Kami menemukan masih banyak sumur yang belum memenuhi standar kesehatan sehingga perlu segera ditangani,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel air guna memastikan kelayakan konsumsi dari aspek kimia dan biologis pada minggu mendatang.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan pada dapur umum untuk memastikan standar higiene dan sanitasi makanan tetap terjaga guna mencegah potensi penyakit berbasis lingkungan.

Pemerintah daerah berharap adanya langkah cepat untuk perbaikan infrastruktur air bersih di Desa Sibenpopo sebagai bagian dari upaya pemulihan pascakonflik dan pemenuhan hak dasar kesehatan masyarakat.

Penulis: Ira
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga