Pemerintah
Gubernur Sherly Sapa Penerima BSPS di Ternate, Doakan Rumah Warga Lebih Nyaman
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 di Provinsi Maluku Utara resmi diluncurkan di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa, 19 Mei 2026.
Peluncuran program yang menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto itu dipusatkan di rumah salah satu penerima bantuan dan diikuti secara daring oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.
Dalam kesempatan tersebut, Sherly menyapa langsung warga penerima bantuan BSPS di Kota Ternate. Ia berharap program bantuan rumah layak huni itu benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sherly juga menyoroti pentingnya efisiensi harga material bangunan dalam pelaksanaan program BSPS. Menurutnya, proses pengadaan material sebaiknya dilakukan secara baik agar anggaran bantuan senilai Rp20 juta per unit dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Semoga penyaluran BSPS tepat sasaran. Nanti harganya bisa ditender sehingga lebih efisien, jadi material yang diberikan bisa optimal sesuai total Rp20 juta yang diberikan dari BSPS,” kata Sherly saat menyapa warga secara daring.
Ia turut mendoakan para penerima bantuan agar rumah yang diperbaiki menjadi lebih nyaman untuk ditempati dan membawa keberkahan bagi keluarga penerima manfaat.
“Semoga rumahnya lebih nyaman, rezekinya ditambahkan. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri Perumahan atas program yang pro rakyat ini,” ujarnya.
Peluncuran program BSPS turut dihadiri Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sulawesi I Erpika Ansela Surira, Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Ternate Tonny S. Pontoh.
Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengapresiasi program BSPS karena dinilai menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Kami mengapresiasi dan memberi catatan penting bahwa pemerintah hadir untuk menyiapkan rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni,” ujar Rizal.
Menurutnya, program BSPS juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga terdampak bencana, termasuk masyarakat di Pulau Batang Dua.
“Program ini nyata. Ini bagian dari dukungan pemerintah terhadap rumah warga di Pulau Batang Dua yang sebelumnya terdampak bencana,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai P3KP Sulawesi I, Erpika Ansela Surira, menjelaskan bantuan BSPS merupakan program rehabilitasi atau peningkatan kualitas rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan nilai Rp20 juta per unit.
Ia menyebutkan, pada tahun 2026 Kota Ternate diperkirakan memperoleh alokasi sebanyak 534 unit BSPS. Sedangkan total bantuan untuk Provinsi Maluku Utara mencapai 5.284 unit.
“Tahun ini meningkat hampir delapan kali lipat dibanding alokasi tahun 2025,” ungkap Erpika.
Menurutnya, penerima bantuan merupakan masyarakat kategori desil 1 atau kelompok berpenghasilan rendah dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Para penerima bantuan juga akan didampingi tenaga pendamping lapangan mulai dari tahap verifikasi hingga pekerjaan rumah selesai.
“Kami juga sudah menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa pada 25 Mei nanti sudah mulai dropping bahan bangunan,” pungkasnya.








Komentar