Transportasi

Wali Kota Ternate Diminta Tertibkan Praktik Ilegal di SPBU

Ratusan sopir di Ternate menggelar unjuk rasa di Depan Kantor Wali Kota Ternate, Maluku Utara || Foto: Istimewa

Ternate, Hpost - Ikatan Solidaritas Sopir Angkutan Penumpang (ISSAP) meminta Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menertibkan dugaan praktik ilegal di SPBU. Hal ini disampaikan saat unjuk rasa di Pelataran Kantor Wali Kota Ternate, Senin 20 Juni 2022.

Ketua ISSAP Kota Ternate, Muhammad Ely kepada wartawan mengatakan, pihaknya menerima informasi terkait dugaan tindakan kegiatan ilegal di SPBU. Hal ini tentu merugikan masyarakat.

Ely menyebut, terdapat tiga tuntutan yang disampaikan pihaknya yakni meminta Pemerintah Kota Ternate menghentikan ilegal niaga BBM di SPBU dan pidanakan oknum pegawai yang melakukan praktik ilegal, serta melindungi hak konstitusional masyarakat terkait peruntukan BBM bersubsidi.

"Sebelumnya, ada pertemuan (kami) dengan pihak Pertamina. Pihak Pertamina mengatakan untuk penindakan kewenangannya ada di pemerintah kota," kata Ely.

Dalam pertemuan itu, menurut dia, Pertamina mengaku hanya memiliki kewenangan menampung dan mendistribusikan BBM serta mencabut rekomendasi dan mengurangi distribusi.

"(Sedangkan) tadi dari pihak pemerintah menyatakan mengenai aturan SPBU harus ke Pertamina. Ini kami jadi bingung, masa di Pertamina bilang lain di pemerintah bilang lain," ujarnya.

"Kami ingin bertemu dengan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman sebagai penentu kebijakan terkait dengan persoalan ini, supaya mengeluarkan peraturan," sambung Ely.

BACA JUGA:




Ia menilai bahwa kualitas pelayanan BBM di SPBU Ternate masih jauh dari apa yang diharapkan oleh masyarakat, berbeda dengan di Kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara.

"Misalnya kalau di Tidore dan Halmahera Utara itu tertata dengan baik. Di Tidore terdapat Peraturan Daerah yang menyatakan plat hitam dan plat merah tidak diperbolehkan mengisi pertalite, yang diperbolehkan hanya kalangan kelas bawah," jelasnya.

Terkait hal itu, Sekda Kota Ternate, Jusuf Sunya, saat bertemu ISSAP usai unjuk rasa mengatakan, pemerintah sebelumnya telah menggelar pertemuan bersama Pertamina dan aparat penegak hukum.

"Kemarin kita sudah keluarkan surat kepada SPBU, untuk segera melakukan proses pelayanan kepada seluruh pelanggan yang ada termasuk sopir angkutan," ujarnya.

Ia bilang, dalam hal ini, pemerintah memang melihat masih ada SPBU yang belum melakukan pelayanan secara baik dan maksimal. Ia mengaku akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan para sopir.

"Aspirasi dari saudara-saudara sekalian akan segera kita tindaklanjuti, saya kira bukan cuma saya tetapi bapak Wali Kota Ternate juga tentunya akan merespons hal ini," tandasnya.

Penulis: Tim Hpost
Editor: RHH

Baca Juga