Sepakbola

Tumbang di Kandang Bali United, Malut United Nilai Dirugikan Wasit

Duel pemain Malut United dan Bali United. Foto: Dok Malut United

Malut United harus mengakui keunggulan tuan rumah Bali United dengan skor 1-4 dalam lanjutan BRI Super League 2025–2026, Minggu, 19 April 2026 malam WIT.

Laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta itu berlangsung sengit, namun diwarnai sejumlah keputusan wasit yang menuai protes dari tim tamu.

Pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, menilai anak asuhnya menjadi korban ketidakadilan di tengah pertandingan yang sejatinya berjalan dalam tempo tinggi dan berkelas.

“Pertandingan yang berkelas, tapi kami menjadi korban ketidakadilan malam ini,” ujar Hendri dalam konferensi pers usai laga.

Sejak awal pertandingan, Malut United tampil agresif. Pada menit ke-2, pergerakan cepat Taufik Rustam memicu peluang penalti. Namun, setelah ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan tidak terjadi pelanggaran.

Meski begitu, Laskar Kie Raha tetap mampu unggul lebih dulu. Pada menit ke-32, Ciro Alves sukses memanfaatkan umpan Taufik Rustam untuk membawa tim tamu memimpin 1-0.

Tuan rumah kemudian menyamakan kedudukan lewat titik putih pada menit ke-40 melalui Teppei Yachida, menutup babak pertama dengan skor imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, Malut United sempat mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, situasi berubah pada menit ke-63 ketika Joao Ferrari mencetak gol melalui skema bola mati.

Gol tersebut berawal dari keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Wbeymar Angulo dianggap melakukan pelanggaran, meski kubu Malut United menilai tekel yang dilakukan bersih.

Keputusan itu berdampak pada mental permainan tim. Bali United kemudian memperlebar keunggulan melalui gol Boris Kopitovic (67’) dan Thijmen Goppel (77’).

Malut United tidak tinggal diam. Tim terus berupaya menekan dan bahkan sempat kembali mengajukan klaim penalti usai dugaan handball di kotak terlarang. Namun, hasil peninjauan VAR kembali tidak berpihak.

“Berbagai kondisi yang terjadi akibat keputusan wasit membuat kami kehilangan sentuhan,” kata Hendri.

Perwakilan pemain Malut United, Angga Saputro, menegaskan seluruh pemain telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan.

“Semua pemain sudah memberikan upaya terbaik untuk tim,” ujarnya.

Kekalahan ini membuat Malut United tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan 46 poin. Posisi mereka di zona empat besar digeser Bhayangkara FC yang sebelumnya meraih kemenangan atas PSM Makassar.

Dengan enam pertandingan tersisa, peluang Malut United untuk kembali ke empat besar masih terbuka. Mereka akan menghadapi Persebaya Surabaya, PSBS Biak, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang, dan Borneo FC.

Selanjutnya, Malut United dijadwalkan menjamu Persebaya pada pekan ke-29 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis, 23 April 2026 pukul 19.00 WIB atau 21.00 WIT.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga