HUT RI di Kawasi Bikin Merinding, Merah Putih Berkibar di Tengah Reruntuhan

Upacara HUT ke-81 RI di Kawasi Halmahera Selatan. Foto: Ist

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin, 17 Agustus 2026, berlangsung dengan suasana berbeda.

Puluhan warga yang menolak relokasi menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih di tengah reruntuhan rumah yang telah dibongkar.

Bendera Merah Putih berkibar di antara puing-puing bangunan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal warga. Bagi masyarakat Kawasi, lokasi tersebut bukan sekadar tempat upacara, tetapi menjadi simbol kampung, sejarah, dan ruang hidup yang hingga kini mereka pertahankan.

Momentum kemerdekaan dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keresahan terkait relokasi yang berlangsung di kampung mereka, di tengah ekspansi industri pertambangan nikel di Pulau Obi.

Warga menilai makna kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui upacara dan seremoni. Menurut mereka, kemerdekaan juga harus dirasakan melalui jaminan hak atas tempat tinggal, lingkungan yang layak, serta ruang hidup yang aman.

Sanusi, nelayan Desa Kawasi, mengatakan kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan oleh warga yang masih bertahan di kampung tersebut.

“Kemerdekaan yang dirayakan di atas penderitaan banyak orang bukanlah hal yang baik dan patut diapresiasi. Justru itu adalah kemunafikan yang diwariskan.”

Menurut Sanusi, ekspansi industri yang berkembang di sekitar Kawasi serta kebijakan pemerintah daerah, termasuk Peraturan Bupati Halmahera Selatan Nomor 72 Tahun 2023 tentang Relokasi, telah menimbulkan kekhawatiran bagi warga.

Ia menegaskan, persoalan Kawasi tidak hanya berkaitan dengan pemindahan rumah. Warga juga mempertanyakan kondisi lingkungan, akses terhadap ruang hidup, serta hak masyarakat untuk menentukan masa depan kampung yang telah dihuni secara turun-temurun.

“Sebagai warga Indonesia, saya merasa terhormat sekaligus malu. Karena pemerintah kita sekarang terus mengkampanyekan Proyek Strategis Nasional (PSN) di daerah-daerah, tanpa memperhatikan dampak yang akan dirasakan oleh warganya sendiri.”

Sementara itu, Miran, warga Kawasi yang dipercaya menjadi penggerek bendera dalam upacara tersebut, mengatakan pengibaran Merah Putih di tengah reruntuhan rumah memiliki makna mendalam bagi warga.

“Bendera ini dijahit karena perjuangan rakyat yang melawan penjajah. Maka tidak pantas jika dirayakan oleh orang-orang yang senang menjajah dan merampas hak rakyat.”

Miran juga mengkritik pelaksanaan upacara kemerdekaan oleh pihak perusahaan di Ecovillage, kawasan permukiman baru bagi warga yang telah direlokasi.

Upacara HUT ke-81 RI di Kawasi Halmahera Selatan. Foto: Ist

Menurutnya, kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.

Bagi warga Kawasi yang masih bertahan, persoalan relokasi belum selesai hanya dengan memindahkan rumah. Mereka mempertanyakan masa depan kampung, kondisi lingkungan, serta hak warga yang telah hidup dan menggantungkan kehidupan di wilayah tersebut.

Pengibaran Merah Putih di antara reruntuhan rumah akhirnya menjadi simbol perjuangan warga. Bendera berkibar di atas ruang yang kehilangan bentuknya, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan ruang hidup warga Kawasi belum sepenuhnya selesai.

Di tengah perayaan HUT ke-81 RI, warga Kawasi memilih memperingati kemerdekaan dengan cara mereka sendiri. Bukan di halaman rumah yang masih berdiri, melainkan di antara puing-puing bangunan yang pernah menjadi tempat mereka hidup.

Upacara HUT ke-81 RI di Kawasi Halmahera Selatan. Foto: Ist

Bagi mereka, Merah Putih yang berkibar hari itu bukan sekadar simbol nasionalisme. Bendera tersebut juga menjadi pesan kepada negara bahwa kemerdekaan seharusnya memastikan setiap warga memiliki hak untuk hidup aman, memiliki ruang hidup, dan menentukan masa depan kampung halamannya.

Di Kawasi, Merah Putih tetap berkibar. Di bawahnya, warga masih menagih makna kemerdekaan yang benar-benar mereka rasakan.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga