Minyak Cengkeh Hiri di Tjipta Foundation UMKM Fair, Bidik Pasar Nasional

Istimewa.

Minyak cengkeh produksi Kelompok Tani Hutan (KTH) Buku Manyeku dari Pulau Hiri, Kota Ternate, mendapat kesempatan tampil dalam Tjipta Foundation UMKM Fair di Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 September 2026 tersebut menjadi momentum bagi KTH Buku Manyeku untuk memperkenalkan produk olahan berbasis potensi lokal Maluku Utara sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.

Perwakilan KTH Buku Manyeku, Junaidi Dahlan, mengapresiasi fasilitasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sehingga produk minyak cengkeh Hiri dapat dibawa dan diperkenalkan di Jakarta.

Menurut Junaidi, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan bagi kelompoknya. Sebab, produk yang dikembangkan masyarakat Pulau Hiri itu mendapat ruang untuk dikenal di luar Maluku Utara.

“Kesempatan ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus langkah penting dalam mempertahankan potensi dan produk unggulan Provinsi Maluku Utara,” ujar Junaidi.

Buka Akses Pasar

Junaidi mengatakan, keikutsertaan dalam Tjipta Foundation UMKM Fair bukan sekadar untuk memamerkan produk. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun jejaring dan melihat peluang pasar bagi minyak cengkeh Hiri.

Menurutnya, forum yang mempertemukan pelaku UMKM dengan dunia usaha dan jejaring pemasaran dapat menjadi pintu masuk bagi produk lokal untuk berkembang dan memiliki jangkauan pasar lebih luas.

“Dengan adanya kesempatan seperti ini, kami bisa memperkenalkan produk dari Hiri kepada masyarakat di luar daerah sekaligus membuka jaringan baru,” katanya.

Ia berharap kegiatan promosi produk lokal seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak UMKM dan kelompok usaha masyarakat Maluku Utara memperoleh kesempatan untuk tampil di tingkat nasional.

“Kami berharap ke depan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat terus mendukung UMKM dan produk lokal agar semakin maju dan berkelanjutan,” ujar Junaidi.

Junaidi menilai dukungan pemerintah sangat penting, terutama dalam membuka akses promosi, memperluas jejaring usaha, dan mempertemukan produk lokal dengan calon pasar di luar daerah.

Ia berharap produk-produk masyarakat Maluku Utara tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi mampu berkembang hingga pasar nasional bahkan internasional.

Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Keikutsertaan KTH Buku Manyeku dalam Tjipta Foundation UMKM Fair juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat yang berasal dari pulau-pulau kecil di Maluku Utara.

Minyak cengkeh yang dikembangkan KTH Buku Manyeku menunjukkan bahwa komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

Junaidi yang akrab disapa Ua Nadi berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

“Kami percaya, dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal, dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, sehingga nama Maluku Utara semakin dikenal,” ujarnya.

Bagi KTH Buku Manyeku, tampilnya minyak cengkeh Hiri di Jakarta menjadi langkah penting untuk membawa produk Pulau Hiri keluar dari daerah asalnya.

Dari Pulau Hiri ke Jakarta, produk lokal tersebut kini mulai membuka jalan menuju pasar nasional, dengan harapan dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas di masa mendatang.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga