Pemerintah

Kerusakan Rumah dan Tempat Ibadah, Pemkot Ternate Langsung Bergerak Cepat

Sekda Ternate, Rizal Marsaoly bersama tim. Foto: Dils

Pemerintah Kota Ternate bergerak cepat membentuk posko penanganan bencana pascagempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis, 2 April 2026 pagi.

Posko penanganan bencana dipusatkan di gedung eks kantor Wali Kota Ternate, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi, dan bantuan bagi warga terdampak gempa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa seluruh OPD teknis langsung diterjunkan untuk melakukan identifikasi dan penanganan dampak gempa.

“Kami sedang mendata rumah, fasilitas publik, dan tempat ibadah yang terdampak. Posko ini menjadi pusat koordinasi bagi warga Kota Ternate,” ujarnya.

Berdasarkan laporan sementara, sejumlah rumah dan tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua mengalami kerusakan. Tim dari dinas terkait terus memantau kondisi warga untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan mereka terpenuhi.

Gempa terjadi sekitar pukul 07.48 WIT, dengan titik koordinat 129 kilometer Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dan kedalaman 62 kilometer. Guncangannya dirasakan kuat hingga ke wilayah Maluku Utara, termasuk Kota Ternate.

Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan potensi tsunami. Kawasan terdampak di Maluku Utara meliputi Kota Ternate, Halmahera, dan Kota Tidore Kepulauan. Warga dihimbau tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan pemerintah serta petugas posko.

Pemerintah Kota Ternate menegaskan bahwa bantuan darurat, evakuasi, serta pendataan kerusakan terus dilakukan untuk meminimalkan risiko dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga