Malik Sillia Kritik PKB Sula: “Jangan Untung Nama Habis di Belanja”

Sekretaris DPW PKB Maluku Utara, Abdul Malik Sillia saat memberikan sambutan dalam musyawarah cabang (Muscab) DPC PKB Kepulauan Sula. Foto: Amco

Sekretaris DPW PKB Maluku Utara, Abdul Malik Sillia, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja komunikasi politik DPC PKB Kepulauan Sula dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar, Senin, 20 April 2026.

Dalam forum internal partai tersebut, Malik menilai bahwa meski PKB Sula mencatatkan capaian politik yang cukup baik pada Pemilu Legislatif dan Pilkada 2024, namun aspek komunikasi lintas lembaga masih belum berjalan maksimal.

Ia menegaskan, kekuatan politik tidak semata-mata diukur dari kemenangan elektoral, melainkan juga dari kemampuan membangun komunikasi strategis dengan pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Forkopimda itu memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Kepolisian dan kejaksaan misalnya, mereka juga punya jaringan sampai ke pusat yang bisa membantu menghadirkan program nasional di daerah,” ujar Malik dalam sambutannya.

Menurutnya, sinergi antara partai politik dan Forkopimda menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah. Namun, ia menilai komunikasi politik yang terbangun saat ini masih belum optimal.

Malik juga mengingatkan bahwa lemahnya komunikasi politik berpotensi menghambat kolaborasi program antara partai dan pemangku kepentingan di daerah.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus DPC PKB Kepulauan Sula untuk segera melakukan pembenahan, terutama dalam memperkuat hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah maupun Forkopimda.

“Saya tekankan kepada seluruh pengurus DPC PKB Sula agar bisa menjaga hubungan baik dengan Forkopimda. Jangan untung nama habis di belanja,” tegasnya.

Pernyataan Malik tersebut menjadi penegasan bahwa konsolidasi internal PKB ke depan tidak hanya berfokus pada penguatan elektoral, tetapi juga pada kualitas komunikasi politik sebagai fondasi penting dalam mengawal pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Penulis: Amco
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga