HIV Tertinggi di Maluku Utara, Bupati Bassam Perintahkan Satpol PP Razia Kos-kosan
Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah menembus 200 kasus dan menjadi yang tertinggi di Maluku Utara.
Kondisi ini membuat Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba memerintahkan Satpol PP memperketat pengawasan dan merazia sejumlah kos-kosan di Kota Labuha.
“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, kasus HIV/AIDS terus mengalami peningkatan, bahkan Halsel tertinggi di Maluku Utara. Olehnya itu harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Bassam saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Halsel, Senin, 31 Agustus 2026.
Bassam mengatakan, peningkatan kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bassam juga menyoroti informasi yang diterima pemerintah daerah mengenai dugaan aktivitas prostitusi di sejumlah kos-kosan di Kota Labuha.
Ia kemudian meminta Satpol PP meningkatkan pengawasan dan memaksimalkan razia terhadap kos-kosan yang dinilai rawan berdasarkan laporan masyarakat.
“Kalau lokasi saya rasa Satpol PP sudah tahu titiknya. Bahkan masyarakat juga telah memberikan informasi jika di kos-kosan kerap terjadi tempat prostitusi. Saya perintahkan Satpol PP untuk memaksimalkan razia kos-kosan,” tegasnya.
Bassam menilai, pengawasan terhadap kos-kosan penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus merespons persoalan sosial dan kesehatan yang berkembang di wilayah ibu kota Halsel.
Ia meminta Satpol PP tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melakukan pengawasan di lapangan. Namun, setiap tindakan penertiban harus tetap dilakukan sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain langkah penertiban, pemerintah daerah juga perlu memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat. Hal ini penting agar masyarakat memahami cara pencegahan, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta mendapatkan layanan pengobatan apabila diperlukan.
Bassam berharap persoalan HIV/AIDS dapat ditangani secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Pemkab Halsel selanjutnya mendorong koordinasi antara Satpol PP, Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat langkah pencegahan serta pengawasan di lapangan.
Dengan jumlah kasus yang terus meningkat, pemerintah daerah menilai penanganan HIV/AIDS membutuhkan langkah terpadu, mulai dari edukasi, layanan kesehatan hingga pengawasan terhadap potensi gangguan ketertiban di masyarakat.








Komentar