Lepas Peserta PKA, Sekda Maluku Utara Minta Aksi Perubahan Tak Sekadar Formalitas
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, meminta para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) agar aksi perubahan yang telah disusun selama pelatihan tidak berhenti sebagai formalitas administrasi semata.
Hal itu disampaikan Samsuddin saat menutup sekaligus melepas peserta PKA Angkatan VIII lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku Utara, di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Ternate, Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPSDM Maluku Utara Idrus Assegaf, para mentor, widyaiswara, pejabat struktural lingkup BPSDM, serta seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Samsuddin menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator bukan sekadar agenda rutin birokrasi, melainkan bagian dari proses strategis untuk mencetak aparatur sipil negara yang memiliki integritas, kompetensi, dan kemampuan manajerial yang baik.
Menurutnya, pejabat administrator memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah agar berjalan efektif di lapangan.
“Melalui PKA, kita membentuk pejabat administrator yang tidak hanya memahami tugas dan fungsi, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin perubahan, mengelola konflik, serta membangun sinergi lintas sektor. Dengan demikian, birokrasi Maluku Utara akan semakin profesional, responsif, dan berdaya saing,” ujar Samsuddin.
Ia juga mengingatkan bahwa aksi perubahan yang telah dirancang peserta harus benar-benar diterapkan di organisasi perangkat daerah masing-masing dan mampu memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik.
“Jangan hanya jadi tumpukan kertas. Jabatan administrator adalah simpul penting yang menerjemahkan kebijakan ke lapangan,” tegasnya.
Samsuddin berharap seluruh peserta menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDM Maluku Utara, Ika Agustina Sangaji, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan PKA adalah mengembangkan kompetensi peserta agar memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator.
Ia menjelaskan, pelatihan diikuti 40 peserta yang terdiri dari 36 orang dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dua peserta dari Kemendagri, serta masing-masing satu peserta dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Utara.
“Pelatihan dilaksanakan dengan total 105 jam pelajaran,” katanya.
Dalam kesempatan itu, panitia juga mengumumkan peserta dengan capaian terbaik dalam tiga kategori, yakni peserta terbaik, aksi perubahan terbaik, dan majalah terbaik.
Untuk kategori peserta terbaik, peringkat pertama diraih Restuina Irene Djafar, disusul Ahmad Yamin, Muhammad Assyura Umar, Husni Mubarak, dan Jamaluddin Bahry.
Kategori aksi perubahan terbaik diraih Rinto M. Adam, kemudian Syukri M. Nur, Kadar, Rahmad, dan Subriarto Sandy Wibisono.
Sementara kategori majalah terbaik diraih Zulkarnain Abd. Latif, diikuti Irmon Machmud, Rachmat Hidayat Buamona, Deity Evalin Tukuru, dan M. Rizki Rahadi.
“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh peserta. Tiga kategori terbaik ini diharapkan menjadi pemicu agar aksi perubahan benar-benar diimplementasikan di OPD masing-masing,” ujar Ika.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada peserta terbaik PKA Angkatan VIII oleh Sekda Maluku Utara bersama Kepala BPSDM dan widyaiswara.








Komentar