Malut United Umumkan Akademi Merah Putih Bareng SL Benfica di Laga Kontra Persita

Sesi latihan Malut United. Foto: Dok Malut United

Setelah resmi hadir dan berkompetisi di strata tertinggi sepak bola nasional sejak 2023, Malut United FC kembali menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam pengembangan sepak bola usia dini dengan menggandeng klub asal Portugal, SL Benfica.

Kerja sama strategis tersebut akan diumumkan secara resmi pada laga kandang terakhir BRI Super League 2025–2026, saat Malut United menjamu Persita, Sabtu, 16 Mei 2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

Momentum pertandingan ini sekaligus menjadi panggung peluncuran program akademi sepak bola usia dini bertajuk Akademi Merah Putih.

Dua perwakilan manajemen SL Benfica dijadwalkan hadir langsung di Ternate, yakni Lourenço dos Reis Ferreira selaku International Business Manager dan Davide da Rocha Gomes selaku International Technical Coordinator.

COO Malut United FC, Willem D. Nanlohy, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun fondasi sepak bola usia dini di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku Utara.

“Kesepakatan Malut United dengan Benfica untuk membangun sepak bola usia dini perlu kami sampaikan kepada publik. Pemilik klub tergerak untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak Indonesia, terutama di Maluku Utara,” ujar Willem.

Program Akademi Merah Putih akan menyasar anak-anak usia 7–9 tahun dengan prioritas utama anak-anak yatim piatu di Maluku Utara, kemudian Maluku dan Papua. Menurut Willem, usia tersebut merupakan fase paling ideal untuk pengenalan dasar sepak bola dan pembentukan karakter.

SL Benfica dipilih sebagai mitra karena reputasinya sebagai salah satu klub terbaik dunia dalam pengembangan pemain usia dini. Dalam kerja sama ini, kedua pihak telah menandatangani kontrak awal selama lima tahun yang mencakup program pembinaan menyeluruh.

Sebagai bagian dari implementasi, dua pelatih dari Benfica akan ditempatkan di Indonesia dan tinggal di training camp Malut United FC di Ternate. Mereka akan bekerja bersama pelatih lokal, termasuk dalam proses seleksi peserta akademi.

Selain aspek teknis, program ini juga menekankan pembinaan karakter, kedisiplinan, hingga perhatian terhadap kebutuhan harian anak, termasuk pola makan yang disesuaikan. Seluruh peserta akademi akan mengikuti program secara gratis.

Willem menambahkan, Akademi Merah Putih juga memiliki pendekatan pendidikan karakter berbasis nilai spiritual yang menjadi bagian dari pembinaan.

“Selain gratis, keunikan Akademi Merah Putih adalah penguatan pendidikan agama. Kami ingin membentuk generasi dengan fondasi karakter dan sepak bola yang kuat agar memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga