Parlemen
Reses DPRD Ternate, Junaidi Terima Aspirasi Warga soal Infrastruktur dan Lingkungan
Anggota DPRD Kota Ternate Junaidi A. Bahruddin melaksanakan kegiatan reses masa persidangan ke-2 tahun 2026 dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Ternate Selatan dan Moti.
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang didominasi isu infrastruktur dan lingkungan di berbagai kelurahan.
Warga Kelurahan Fitu mengusulkan rehabilitasi saluran drainase serta normalisasi beberapa titik saluran yang kerap menyebabkan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, masyarakat dan para ketua RT/RW di sekitar kawasan Trans Depo Sampah Bastiong Karance menyampaikan keluhan terkait sistem pengelolaan sampah yang dinilai perlu segera dibenahi agar tidak berdampak pada lingkungan permukiman.
Aspirasi lain juga datang dari warga RT 11 Kelurahan Kayumerah yang menyebut wilayah mereka rawan banjir dan longsor, khususnya di kawasan barangka atau kali mati yang membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Sementara itu, kerusakan abutmen jembatan di jalan poros Moti Kota juga menjadi perhatian warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan. Sejumlah persoalan lain turut disampaikan masyarakat di wilayah Gambesi dan Kalumata.
Menanggapi hal itu, Junaidi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD bersama pemerintah daerah.
“Semua masukan dari masyarakat ini akan kami tampung dan perjuangkan dalam pembahasan di DPRD. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” ujar Junaidi yang juga Sekretaris Demkorat Maluku Utara itu.
Ia menambahkan, hasil reses akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan.
Hadiri Seminar RTRW
Di sela kegiatan reses, pada Selasa pagi pukul 09.00 WIT, Junaidi juga menghadiri Seminar dan Diskusi bertajuk “Kerentanan Bencana Pesisir Kota Ternate” yang digelar di Aula Nuku, Gedung Rektorat Universitas Khairun Ternate.
Kegiatan tersebut turut diikuti anggota Panitia Khusus (Pansus) RTRW Kota Ternate yang tengah membahas penguatan regulasi tata ruang wilayah.
Dalam kesempatan itu, Junaidi menyampaikan apresiasi kepada narasumber Dr. Zulhan A. Harahap dan Dr. M. Ridwan Lessy atas materi dan masukan yang diberikan.
Ia menyebut, berbagai pandangan dalam diskusi tersebut menjadi penguatan substansi dalam penyusunan Peraturan Daerah RTRW, khususnya terkait intervensi kawasan rawan bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Ternate.
“Diskusi ini sangat penting sebagai penguatan substansi RTRW, terutama dalam mitigasi kawasan rawan bencana. Ini harus menjadi perhatian serius dalam perencanaan tata ruang kita,” pungkasnya.








Komentar