Gempa
Peringatan Tsunami di Maluku Utara Berakhir, Gubernur Sherly Minta Warga Tetap Waspada
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengimbau warga tetap waspada meski BMKG telah mencabut peringatan tsunami pascagempa berkekuatan 7,6 magnitudo.
BMKG memastikan gempa yang berpusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung itu tidak lagi berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan ini memberikan kepastian bagi warga yang sebelumnya mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.
Sejak pagi, gempa sempat memicu kepanikan di sejumlah daerah, termasuk Ternate, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Barat. Warga pesisir bergerak cepat menjauh dari pantai, sementara pemerintah daerah mengaktifkan respons darurat untuk memantau situasi dan menyiapkan evakuasi bila diperlukan.
Gubernur Sherly menekankan pentingnya kewaspadaan meski ancaman tsunami telah hilang.
“Puji syukur, peringatan tsunami telah berakhir. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali beraktivitas secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Sherly.
Ia juga mengapresiasi kesigapan masyarakat dalam mengikuti arahan pemerintah:
“Ketenangan dan kedisiplinan masyarakat adalah kunci. Tetap waspada, terus pantau informasi resmi, dan saling menjaga satu sama lain,” tambahnya.
Pemerintah daerah tetap siaga, melanjutkan pendataan dampak dan memastikan kondisi warga terdampak, termasuk kerusakan bangunan di beberapa wilayah, dapat segera ditangani.









Komentar