Sampah Plastik dan Ranting Kayu Ganggu Jalur Speed Morotai–Tobelo

Penampakan sampah di laut Morotai. Foto: Maulud Rasai

Tumpukan sampah plastik dan ranting kayu yang mengapung di perairan jalur Morotai–Tobelo mulai mengganggu aktivitas pelayaran.

Kondisi tersebut membuat motoris speed boat dan penumpang khawatir karena berpotensi menghambat perjalanan hingga mengancam keselamatan transportasi laut.

Pantauan media ini, Sabtu, 13 Juni 2026, sampah plastik dalam jumlah besar bercampur ranting kayu terlihat memenuhi sejumlah titik di sepanjang jalur pelayaran, mulai dari perairan depan Pulau Kakara hingga mendekati Pelabuhan Speed Tobelo.

Sampah yang terbawa arus laut itu tampak mengapung di permukaan dan berada tepat di lintasan speed boat yang melayani rute Morotai–Tobelo. Kondisi ini membuat perjalanan kapal harus lebih berhati-hati untuk menghindari sampah yang dapat mengganggu mesin.

Salah seorang penumpang speed rute Morotai–Tobelo, Salim, mengatakan keberadaan sampah tersebut cukup mengganggu perjalanan. Bahkan, beberapa kali speed boat yang ditumpanginya harus mengurangi kecepatan akibat banyaknya sampah dan ranting kayu di laut.

“Iya, beberapa kali speed sampai berhenti karena naik ranting pohon dan sampah plastik,” ujar Salim.

Menurutnya, selain menghambat perjalanan, sampah yang berada di laut juga berisiko masuk ke baling-baling kapal dan menyebabkan kerusakan mesin.

“Kalau tersangkut di baling-baling tentu berbahaya, apalagi jalur ini banyak digunakan masyarakat setiap hari,” katanya.

Ia juga menyayangkan kondisi perairan Tobelo yang terlihat dipenuhi sampah. Padahal, kawasan tersebut merupakan salah satu jalur transportasi laut penting di Maluku Utara.

“Laut Tobelo terlihat kotor sekali karena banyak sampah yang hanyut begitu saja. Harus ada penanganan,” ungkapnya.

Warga dan pengguna transportasi laut berharap instansi terkait segera melakukan pembersihan di kawasan tersebut serta mencari sumber sampah yang menyebabkan pencemaran di jalur pelayaran Morotai–Tobelo.

Mereka juga meminta adanya langkah berkelanjutan untuk menjaga kebersihan laut, mengingat sampah plastik tidak hanya mengganggu aktivitas pelayaran, tetapi juga dapat mengancam ekosistem perairan.

Jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah laut dikhawatirkan semakin meluas dan berdampak terhadap kenyamanan serta keamanan transportasi laut masyarakat.

Penulis: Maulud
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga